Rabu, 27 Mei 2026

Jokowi Minta 'Kampus Tua' Untuk Remajakan Diri

Kepada pada rektor, Jokowi pun mengingatkan, hybrid knowledge dan hybrid skill sangat dibutuhkan di segala jenis profesi.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ada perubahan mindset dalam setiap perguruan tinggi yang sudah berusia tua.

Dia meminta perguruan tinggi yang sudah berusia tua melakukan peremajaan mulai dari sistem pembelajaran, manajemen, hingga kurikulum.

Menurut Jokowi, peremajaan itu perlu dilakukan agar perguruan tinggi bisa beradaptasi dan lebih kompetitif di tengah kemajuan zaman dan membawa Indonesia melebihi negara lain.

Baca juga: Jokowi Minta Perguruan Tinggi yang Usia Tua Remajakan Kurikulum Pendidikan

"Perguruan tinggi yang usianya sudah tua tolong segera lakukan peremajaan diri, peremajaan kurikulum dan sistem pembelajaran, peremajaan manajemen, dan perilaku agar tetap tangguh dan kompetitif di dunia yang baru," kata Jokowi dalam Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII Forum Rektor Indonesia secara virtual, Selasa (27/7).

Jokowi juga ingin perguruan tinggi berbenah diri demi kemajuan Indonesia secara umum. Dia berharap perguruan tinggi bisa lebih progresif dan menyumbang peran penting terhadap kemajuan negara.

"Saya harap perguruan tinggi harus lebih progresif dalam membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan para mahasiswa kita dan untuk menyiapkan Indonesia mendahului negara-negara lain," tutur Jokowi.

Baca juga: Pendukung Jokowi Nilai Sebagian Menteri Tak Peka Kesulitan Masyarakat di Tengah Pandemi   

Sementara bagi perguruan tinggi yang usianya masih muda, Jokowi mengatakan saat ini memiliki kans yang lebih besar untuk menghadapi perkembangan zaman.

Perguruan tinggi yang masih muda, lanjutnya, tidak akan terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu yang kini tak dibutuhkan lagi atau tidak seusai dengan perkembangan zaman.

"Bagi perguruan tinggi yang masih muda, inilah kesempatan emas bagi saudara-saudara. Perguruan tinggi yang muda tidak terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu.

Baca juga: Jokowi: Bobot SKS Bagi Mahasiswa untuk Belajar dari Praktisi Harus Lebih Besar

Perguruan tinggi baru berkesempatan untuk melompat ke cara kerja baru, ke kurikulum baru, ke manajemen model baru," tambahnya.

Kepada pada rektor, Jokowi pun mengingatkan, hybrid knowledge dan hybrid skill sangat dibutuhkan di segala jenis profesi.

Untuk itu, dia meminta agar para dosen tak terlalu kaku terhadap disiplin ilmu.

“Jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa itu justru tidak menyongsong masa depan.

Pengetahuan dan keterampilan yang hebat di masa kini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam lima tahun atau sepuluh tahun ke depan.

Mahasiswa harus disiapkan [untuk] menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk zamannya,” kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Menguji Bangsa Indonesia di Segala Bidang

"Korbannya bukan hanya para alumni yang gagap menyongsong masa depan, tetapi juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dalam dunia yang sedang terdisrupsi," tutur dia.

Jokowi menyadari saat ini merupakan era di mana terjadi sejumlah perubahan. Apalagi sejak pandemi Covid-19 melanda, terjadi perubahan yang sifatnya disruptif.

"Pandemi Covid-19 merupakan rangkaian serial disrupsi, menambah disrupsi yang sebelumnya dipicu revolusi industri 4.0. Perubahan lanskap sosial budaya, perubahan lanskap ekonomi, perubahan lanskap politik mengalami perubahan besar akibat revolusi industri 4.0," jelasnya.

"Disrupsi sekarang ini memberikan kesempatan kepada pendatang baru, kepada yang remaja untuk mendahului yang lama yang terbebani dengan cara-cara lama," ungkapnya

Jokowi pun meminta pihak kampus bisa menyesuaikan dengan semua perubahan tersebut. Sehingga baik mahasiswa hingga dosen dapat memanfaatkan perubahan itu dengan baik, khususnya dalam proses belajar mengajar.

Sementara bicara soal proses belajar mengajar, Jokowi kemudian menyinggung program pemerintah yaitu Kampus Merdeka.
"Mahasiswa bisa belajar kepada siapa saja, di mana saja yang dirasa penting untuk mempersiapkan masa depan mereka dan masa depan bangsa. Mahasiswa harus di-update dan perkembangan terkini dan perkembangan ke depan," tuturnya.

Jokowi menyebut banyak pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tidak relevan atau usang karena distrupsi. Sementara di sisi lain, banyak pengetahuan baru yang bermunculan, yang dikembangkan oleh lembaga peneliti dan praktisi yang barangkali belum sempat dibukukan. "Banyak jenis pekerjaan yang hilang karena distrupsi, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena distrupsi," ujarnya.(tribun network/fik/dod)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved