Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Covid-19 Tetap Beri Perlindungan Meski Antibodi Pascavaksinasi Menurun

Masyarakat diminta tak menunda vaksinasi hanya untuk menunggu merk vaksin tertentu, karena vaksin dapat cegah rawat inap, gejala berat hingga kematian

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Anak-anak menjalani vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Forum Bandung Sehat di Gedung Binangkit PKK Kota Bandung, Jalan Sukabumi Dalam, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021). Vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang diikuti sekitar seribu anak se-Kota Bandung usia 12-18 tahun itu sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberitaan terkait menurunnya antibodi pascavaksinasi Covid-19 dosis lengkap menimbulkan pertanyaan apakah vaksin masih efektif.

Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan, antibodi pascaimunisasi memang menurun seiring berjalannya waktu.

Namun bukan berarti setelah 6 bulan vaksinasi tubuh tidak memiliki perlindungan sama sekali.

"Hati-hati dalam membaca berita bahwa antibodi pascavaksinasi 6 bulan turun. Ini kan seakan-akan setelah 6 bulan kita enggak punya sama sekali proteksi itu salah ya. Jadi apa pun vaksinnya secara alamiah setelah seiring dengan waktu itu akan turun antibodinya," ujarnya dalam dialog virtual, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Kemlu RI: 4550 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Covid-19, 224 Meninggal, 754 Dirawat

Ia menjelaskan, tubuh yang telah menerima vaksin memiliki sel memori atau sel pengingat.

Maka antibodinya jika terpapar akan segera dikenali oleh sel memori dan terjadi lonjakan antibodi.

Jadi proteksi ini tetap ada sekalipun kadar antibodi menurun seiring dengan waktu.

"Bukan setelah 6 bulan kita tidak punya perlindungannya, tidak begitu," ungkapnya.

Baca juga: Komisi VII : Pemerintah Harus Fokus Layani Masyarakat yang Ingin Vaksin

dr.Dirga menegaskan, pemberian vaksin booster untuk masyarakat belum diperlukan.

Diharapkan pemerintah fokus pada perluasan penerima vaksin di masyarakat.

"Agak percuma kalau kita 10 kali vaksinasi tapi orang-orang sekitar belum vaksinasi . Kita lebih baik fokus memperluas cakupan vaksinasi ketimbang kita memberikan suntikan ketiga keempat pada orang-orang yang sama, itu ya karena kita tahu cakupan kita masih rendah sampai hari ini suntikan ketiga bagi yang bukan nakes tidak direkomendasikan," ungkapnya.

Ia pun berpesan untuk masyarakat, agar tidak menunda vaksinasi hanya untuk menunggu jenis atau merk vaksin tertentu, karena vaksin yang tersedia kini dapat mencegah rawat inap, gejala berat, hingga kematian jika terpapar Covid-19.

"Apapun jenis merknya semua sama efektifnya mencegah gejala menjadi berat bahkan kematian," ungkap dr.Dirga.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved