Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Diingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa Bali

Firdza mengungkapkan kasus harian di luar Pulau Jawa dan Bali sempat lebih tinggi dibanding wilayah Jawa dan Bali.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
/Jeprima
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 di Gedung PT Brinks Solutions Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/8/2021). PT Brinks Solustions Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan uang rupiah bekerjasama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya menyelenggarakan vaksinasi covid-19 untuk 350 orang terdiri dari karyawan dan keluarga serta masyarakat sekitar, sekaligus upaya Perusahaan guna mendukung program pemerintah mencapai angka herd immunity. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Inisiator Pandemic Talks Firdza Radiany mengingatkan pemerintah terkait lonjakan kasus Covid-19 di wilayah luar Pulau Jawa dan Bali.

Firdza mengungkapkan kasus harian di luar Pulau Jawa dan Bali sempat lebih tinggi dibanding wilayah Jawa dan Bali.

"Saya ulangi lagi hati-hati di luar Jawa. Kemarin tanggal 5 agustus, untuk pertama kalinya kasus harian di luar Jawa itu lebih tinggi dari Pulau Jawa. Padahal jumlah testing terbanyak ada di Jawa. Hati-hati," ujar Firdza dalam webinar Forum Diskusi Salemba, Sabtu (7/8/2021).

Dirinya mengungkapkan zona merah di luar Pulau Jawa dan Bali semakin banyak dalam satu bulan terakhir.

Baca juga: Pemerintah Siaga, Kasus Covid-19 Mulai Meningkat di Luar Jawa

Menurutnya, pemerintah daerah perlu membangun kerjasama pentahelix untuk mengantisipasi lonjakan ini.

"Terutama semua disiapkan di luar Jawa. Logistik, obat-obatan, oksigen kesiapan nakes dan sistem-sistem kesehatan atau health system lainnya yang harusnya disiapkan," ucap Firdza.

Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan agar tidak terjadi lonjakan tajam kasus positif Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.

Kasus ini pernah terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Firdza mengatakan saat ini masih ada waktu untuk menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Agar nanti kejadian di Kudus, di Madura, Surabaya, di kota Bandung, kota kota kecil semacam Jepara itu nggak bisa terjadi di luar Jawa. Itu sudah alert yang sangat bahaya ini. Kita masih punya sedikit banyak waktu untuk merespon agar luar Jawa tidak seburuk Kudus misalkan," kata Firdza.

Kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, obat-obatan, serta oksigen, menurut Firdza, harus disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.

Pulau Jawa dan Bali yang memiliki fasilitas kesehatan memadai saja, kata Firdza, sempat kewalahan menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Di Jawa saja yang sebagai pusat ekonomi aja udah lontang lantung gitu. Di luar Jawa siap gak? Misalkan di sebuah Kabupaten kecil di Maluku Utara. Itu siapa yang akan handel di sana. Apakah sistem kuotanya akan kuat? Apakah penthahelixnya kuat?" ungkap Firdza.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved