Breaking News:

Data Pengguna eHac Bocor

Luhut: Pemerintah Jamin Keamanan Data Masyarakat dalam Aplikasi PeduliLindungi

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah menjamin keamanan data masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi.

Youtube Sekretariat Presiden
Luhut Prediksikan Beberapa Hari Kedepan akan Turun, Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (31/8/2021) 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah menjamin keamanan data milik masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi.

Pernyataan itu disampaikan Luhut sebagai respon terkait dugaan data bocor di aplikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa waktu lalu.

"Terkait keamanan data dalam PeduliLindungi, pemerintah menjamin keamanan data tersebut," kata Luhut dalam konferensi pers terkait PPKM yang diarkan di kanal YouTube Sekretariat Presdien, Senin (6/9/2021).

Luhut melanjutkan, saat ini penyimpanan data dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baca juga: Daftar Daerah PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali Periode 7-20 September 2021

Lalu, terkait penanganan keamanan data akan dibantu oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Menko Marinves itu memastikan aplikasi PeduliLindungi akan terus dilakukan upaya perbaikan.

"Pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah perbaikan agar kelancaran penggunaan Peduli Lindungi ini semakin baik,” ujar dia.

Luhut menyampaikan aplikasi PeduliLindungi terus digunakan untuk berkegiatan, seperti pusat perbelanjaan, industri, tempat olahraga, dan lain-lain.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (BPMI Setpres)

Baca juga: ATURAN Baru PPKM Jawa-Bali hingga 13 September 2021: Makan di Tempat Boleh Sampai 60 Menit

Berdasarkan laporan per 15 September 2021, kata Luhut, total masyarakat yang melakukan screening melalui penggunaan PeduliLindungi mencapai hampir 21 juta orang.

Sebanyak 761 ribu orang diantaranya, masuk kategori merah, sehingga tidak diperkenankan beraktivitas di publik.

Halaman
12
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved