Jumat, 29 Mei 2026

Kemendesa PDTT Sukses Dorong 2,2 Juta Kepala Keluarga untuk Transmigrasi

Hingga tahun ini Kemendesa PDTT telah berhasil mendorong 2,2 juta kepala keluarga untuk pindah ke wilayah potensial baru.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Ist
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Aisyah Gamawati, dalam acara Kuliah Online Akademi Desa bertajuk Kontribusi Transmigrasi Membangun Negeri, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mendorong upaya transmigrasi bagi keluarga pra sejahtera.

Hingga tahun ini Kemendesa PDTT telah berhasil mendorong 2,2 juta kepala keluarga (KK) untuk pindah ke wilayah potensial baru.

“Sampai tahun 2021 ini, pemerintah sudah memindahkan sebanyak 2,2 juta keluarga atau 9,1 juta jiwa yang telah bertransmigrasi ke seluruh Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Aisyah Gamawati, dalam acara "Kuliah Online Akademi Desa bertajuk Kontribusi Transmigrasi Membangun Negeri" pada Kamis (9/9/2021).

Dia mengatakan penyelenggaraan transmigrasi terbukti memberikan manfaat bagi para transmigran maupun wilayah tujuan transmigrasi.

Baca juga: Kemendes PDTT: Transmigrasi Cara Sukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Ketahanan Pangan

Bagi para transmigran mereka mendapatkan harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, sedangkan di wilayah tujuan transmigrasi tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Transmigrasi merupakan langkah kongkret dan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyeimbangkan kepadatan wilayah, serta mengembangkan wilayah tujuan transmigran,” katanya.

Aisyah mengungkapkan para transmigran mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah untuk berkembang.

Mereka memperoleh hak milik atas tanah, mendapatkan bantuan permodalan dan sarana-prasarana dan sarana produksi.

“Selain itu para transmigrant juga memperoleh jaminan pengurusan administrasi dengan badan usaha, peningkatan pendapatan, pendidikan dan pelatihan, serta pelayanan Kesehatan,” katanya.

Program transmigrasi, lanjut Aisyah juga terbukti menciptakan pusat pemerintahan baru, pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan pusat produksi baru.

Hal itu berdampak pada peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah.

“Fakta tersebut antara lain bisa kita lihat dengan terbentuknya 1.529 Desa definitif, kemudian ada 454 ibu kota kecamatan, kemudian ada 114 ibu kota kabupaten dan bahkan ada 2 ibukota provinsi di Indonesia, seperti Mamuju ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dan Tanjung Selor atau Bulungan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara Itu terbentuk karena dukungan program transmigrasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Aisyah menegaskan jika program transmigrasi sudah sejalan (in line) dengan tujuan SDGs Desa.

Menurutnya terkait upaya peningkatan kesejahteraan para transmigrant dan wilayah sekitar lokasi transmigrasi telah sesuai dengan poin 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 11 dan 18 SDGs Desa.

Sedangkan untuk pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan sesuai dengan poin 9, 12 dan 17 SDGs Desa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved