Breaking News:

Bursa Capres

Survei Index Indonesia: Simulasi Paslon Anies-AHY Tertinggi, Disusul Prabowo-Muhaimin

Index Indonesia melakukan survei terkait elektabilitas pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalima

Danang Triatmojo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kedatangan tamu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kantornya, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (6/5/2021) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Index Indonesia melakukan survei terkait elektabilitas pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan (Pamasuka).

Adapun Index Indonesia melakukan simulasi pasangan capres-cawapres yang kemungkinan berpasangan pada Pilpres 2024, mendatang.

Dari hasil survei, Index mencoba memasangkan Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono, Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo dengan Amran Sulaiman.

Hasil survei menunjukan, jika pasangan Anies-AHY unggul atas pasangan lainnya.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Index Indonesia Agung Prihatna dalam hasil survei Mengukur Kekuatan Nama-nama Potensial Pilpres 2024 di Pamasuka melalui virtual, Jumat (10/9/2021).

Survei Index Indonesia: Suara Anies dan Ganjar Bakal Naik Jika Dipasangkan dengan Amran Sulaiman
Survei Index Indonesia: Suara Anies dan Ganjar Bakal Naik Jika Dipasangkan dengan Amran Sulaiman (screenshot)

Baca juga: Survei Index Indonesia: Suara Anies dan Ganjar Bakal Naik Jika Dipasangkan dengan Amran Sulaiman 

"Elektabilitas Anies-AHY dengan 33,5 persen, Prabowo-Muhaimin dengan 32,2 persen dan Ganjar-Amran dengan 23,8 persen," kata Agung.

Lalu, pasangan lainnya yang coba disimulasikan yakni Puan Maharani-Airlangga Hartarto dengan 4,7 persen dan sebanyak 0,4 persen menyatakan rahasia serta 5,4 persen betul menentukan pilihan.

Agung menjelaskan, bahwa munculnya nama Amran Sulaiman dalam bursa cawapres ini dikarenakan bagian dari repersentasi tokoh Indonesia Timur.

Sebagai informasi, Survei Index Indonesia dilakukan pada 22 - 31 Agustus 2021 dengan 1.000 resonden berusian di atas 17 tahun yang dipilih secara random. 

Teknik ini diklaim mengandung margin of error 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Wilayah Pamasuka dengan populasi 30 juta pemilih dianggap daerah potensial yang dapat mengubah percaturan politik Pilpres Indonesia.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved