Breaking News:

CSIS: Rivalitas Kepala Daerah dan Wakil Hingga Ormas Mempengaruhi Stabilitas Politik Lokal 

Penelitian CSIS menemukan persaingan politik turut mempengaruhi stabilitas politik lokal dan turut mempengaruhi otonomi daerah

KOMPAS
Ilustrasi 

Stabilitas politik di tingkat daerah juga dipengaruhi oleh aktor non-negara yang cukup kuat.

Aktor non-negara ini menurut CSIS menciptakan pola yang saling bergantung dengan partai politik.

Baca juga: Pengamat CSIS Dorong Standarisasi Pencalonan Legislatif 

Arya mengatakan aktor non-negara ini turut mempengaruhi pembuatan kebijakan di tingkat lokal.

“Polanya cukup mirip di beberapa daerah. Bahwa ada aktor non-negara yang punya peran dan pengaruh menentukan bagaimana kebijakan itu dibuat,” ujarnya.

Arya mengatakan aktor non-negara itu bisa berasal dari organisasi masyarakat (ormas).

Dalam beberapa kasus polarisasi politik beririsan dengan persaingan antar ormas-ormas.

Tak jarang ormas tersebut masuk menjadi kader partai politik.

“Saya kira ini proses yang baik, bagaimana aktor non-negara ini termotivasi untuk menjadi pejabat politik,” ujarnya.

Hal lain yang ditemukan CSIS, stabilitas politik juga ditentukan oleh bagaimana wajah atau warna politi di tingkat lokal.

Ini juga terkait bagaimana komposisi kekuatan politik di level provinsi.

Faktor dominasi ini mempengaruhi kemudahan daerah dalam mengeksekusi sejumlah kebijakan.

“Dalam proses penganggaran misalnya dan proses implementasi,”

“3 hal ini mempengaruhi stabilitas politik lokal,” kata Arya.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved