Breaking News:

Virus Corona

Ketua MPR Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 12-17 Tahun Masih Jauh dari Target

Bamsoet meminta pemerintah menyiapkan stok vaksin sesuai dengan data jumlah anak sehingga stok vaksin dapat mencukupi jumlah anak usia 12-17 tahun.

dok Pemprov DKI
DKI Jakarta jadi provinsi pertama yang melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 12 - 17 tahun. Pelaksanaan vaksinasi anak ini resmi dimulai Kamis (1/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga 20 September 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun baru mencapai 12,25 persen untuk dosis pertama dan 8,54 persen untuk dosis kedua.

Menanggapi hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bekerja lebih keras lagi guna mengejar target vaksin bagi anak berusia 12-17 tahun yang masih jauh dari target yang telah ditetapkan dengan pendekatan yang bijak agar anak mau divaksin.

"Meminta Kemenkes berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperbanyak tempat-tempat pelaksanaan vaksinasi, termasuk dengan teknik jemput bola, seperti di sekolah-sekolah, pusat kesehatan masyarakat/Puskesmas, rumah ibadah, maupun tempat-tempat publik lainnya, dan memperhatikan tempat vaksinasi bagi anak-anak agar merupakan tempat yang sudah diatur sebagai tempat yang ramah anak," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Mantan Ketua DPR RI ini juga meminta pemerintah menyiapkan stok vaksin sesuai dengan data jumlah anak sehingga stok vaksin dapat mencukupi dengan jumlah anak usia 12-17 tahun.

Baca juga: Jokowi: Sejak 13 Januari 2021 Pemerintah Bekerja Siang Malam Vaksinasi Massal

Serta, turut menyampaikan jangan sampai jumlah anak yang bersedia divaksin tidak sinkron dengan jumlah stok vaksin yang ada.

Politikus Golkar ini mendorong pemerintah untuk berkomitmen mempercepat pelaksanaan vaksin covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun.

Mengingat saat ini pembelajaran tatap muka di sekolah sudah mulai dilakukan, sehingga penting bagi anak-anak agar tercipta herd immunity yang baik dan mengurangi potensi dampak buruk apabila terpapar virus corona.

"Meminta Kemenkes terus menyosialisasikan manfaat dan efikasi vaksin covid-19 bagi anak-anak, khususnya kepada orang tua, sehingga orang tua juga teredukasi dan berinisiatif serta dapat bekerjasama untuk mengantarkan anaknya menerima vaksin Covid-19," papar Bamsoet.

Bamsoet juga meminta Kemenkes bersama peneliti terus meneliti perkembangan dan efikasi pada anak yang usianya di bawah 12 tahun, agar seluruh anak-anak juga memiliki proteksi dengan meningkatnya imunitas diri yang nantinya dapat menjadi penangkal dampak buruk virus corona, dikarenakan virus corona dapat menyerang siapapun tanpa pandang bulu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved