Breaking News:

Azis Syamsuddin Tersangka

Pengganti Azis Syamsuddin Tidak Cukup Memiliki Kapabilitas Tapi Integritas

Partai Golkar akan segera mengumumkan pengganti Azis Syamsuddin untuk mengisi kursi Wakil Ketua DPR RI.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) dini hari. KPK resmi menahan Azis Syamsuddin terkait kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah. Tribunnews/Irwan Rismawan 

"Surat pengunduran diri sesuai dengan AD/ART kalau sebagai pejabat sesuai MD3 memang harus ada surat pengunduran diri. Kalau di Golkar kami ada AD/ART untuk sementara waktu dinonaktifkan," lanjutnya.

Dengan adanya surat tersebut, ujar Adies, maka Golkar akan segera menentukan pengganti Azis sebagai pimpinan DPR dalam waktu dekat.

Terkait siapa pengganti Azis, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengungkapkan ada tujuh kandidat.

"Nah siapa saja nama-nama yang beredar, kalau saya melihat dan mendengar ya ada sekitar 6 sampai 7 nama lah," kata Qodari kepada Tribunnews, Minggu (26/9/2021).

Dirangkum Tribunnews dari dpr.go.id, berikut ini profil tujuh kandidat pengganti Azis Syamsuddin:

1. Kahar Muzakir

Ketua Komisi III DPR Kahar Muzakir meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (12/2/2019). Kahar Muzakir diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN Perubahan 2016 dengan tersangka Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Komisi III DPR Kahar Muzakir meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (12/2/2019). Kahar Muzakir diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN Perubahan 2016 dengan tersangka Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Kahar Muzakir lahir di Musi Banyuasin pada 10 Desember 1946.

Ia terhitung sudah menempati kursi di Senayan selama empat periode, yakni 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.

Di tahun 1974, Kahar meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari IKIP Yogyakarta yang kini bernama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Setahun setelah lulus dari IKIP Yogyakarta, Kahar kemudian bekerja sebagai Equipment Operator Training di Trakinda.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved