Breaking News:

Virus Corona

KPAI Temukan Pelanggaran Prokes Saat PTM Terbatas, Banyak Siswa di Sekolah Melepas Masker

Pelanggaran protokol kesehatan yang ditemukan di antaranya adalah masker yang diletakkan di dagu, masker yang digantungkan di leher.

Tribunnews/Jeprima
Sejumlah murid mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Malaka Jaya 07, Jakarta Timur, Senin (30/8/2021). PTM terbatas terbagi atas dua sesi dengan durasi masing-masing berlangsung antara 2 hingga 3 jam. Selain itu peserta didik yang ikut dalam pembelajaran tatap muka maksimal 50 persen dari daya tampung perkelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antar peserta didik. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan pihaknya melakukan pengawasan langsung PTM ke berbagai sekolah di sejumlah daerah sejak 2020 hingga 2021.

Pelanggaran protokol kesehatan yang ditemukan, adalah masker yang diletakkan di dagu, masker yang digantungkan di leher, tempat cuci tangan yang tidak disertai air mengalir dan sabun.

"Bahkan ada sebagian guru dan siswa tidak bermasker saat berada di lingkungan sekolah," ungkap Retno melalui keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

"Ada SD yang memiliki tempat cuci tangan di setiap depan kelas, namun saat KPAI datang dan duduk di dekat pintu gerbang sekolah, tak ada satu pun peserta didik dan pendidik yang mencuci tangan saat tiba di sekolah," tambah Retno.

Selain itu, ada sekolah yang mayoritas siswanya melepas masker saat tiba di sekolah.

Saat diwawancara, anak-anak mengatakan mereka memakai masker saat di perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Baca juga: Muncul Klaster Sekolah, KPAI Minta PTM PAUD, TK, dan SD Ditunda: Perguruan Tinggi Saja Belum Dibuka

"Fungsi masker sama dengan helm jadinya," ucap Retno.

Pada Sabtu (25/9/2021) lalu, Retno mengaku menerima pengaduan masyarakat melalui aplikasi whatsApp di ponselnya.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved