Breaking News:

Polri Tak Akan Dengarkan Usulan Fadli Zon yang Minta Pembubaran Densus 88

Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya tidak akan mendengar usulan Anggota DPR RI Fadli Zon yang meminta pembubaran Densus 88 Antiteror Polri

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres penagkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metrojaya, Selasa(27/4/2021). Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan dugaan keterlibatan dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat beberapa waktu lalu. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya tidak akan mendengar usulan Anggota DPR RI Fadli Zon yang meminta pembubaran Densus 88 Antiteror Polri.

Menurut Ramadhan, pihaknya akan terus bekerja untuk menuntaskan permasalahan terorisme di Indonesia.

"Prinsipnya kita tetap bekerja, kita tidak mendengar hal-hal terkait tersebut. Kita tetap melakukan upaya-upaya dalam hal pencegahan dan penegakkan terorisme di Indonesia," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Ramadhan kemudian bercerita berkaitan kinerja Densus 88 dalam penegakan dan pencegahan terorisme di Indonesia.

Menurutnya, kinerja tim elite Polri itu telah terlihat sejak pertama kali berdiri.

Logo Tim Densus 88 Antiteror
Logo Tim Densus 88 Antiteror (ISTIMEWA)

"Kita lihat upaya-upaya yang dilakukan Densus 88 sejak berdirinya Densus sudah melakukan upaya-upaya yang banyak. Dan upaya-upaya tersebut juga tidak hanya melakukan upaya penindakan hukum, tapi upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus seperti yang kita sampaikan kemarin," jelasnya.

"Yang dimana beberapa napiter yang tengah menjalani pidananya melakukan sumpah setia kepada NKRI. Ini menunjukkan bahwa upaya melakukan deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus itu berhasil," sambungnya.

Baca juga: Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Kompolnas: Itu Narasi Kelompok Teroris, Sangat Berbahaya

Ramadhan juga menjelaskan keberhasilan tim Densus 88 juga terlihat dalam ikrar setia mantan napiter Imam Mulyana kepada NKRI.

Dia diketahui sebagai eks anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat sejumlah aksi teror.

Tak lama setelah ikrar setia NKRI, kata Ramadhan, Imam langsung mengungkap pernah menyimpan 35 kg bahan peledak atau bom di Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved