Breaking News:

Bursa Capres

Bakal Dideklarasikan Jadi Capres, Anies Baswedan Pilih Diam, Bagaimana dengan Ganjar dan Prabowo?

Kelompok masyarakat akan mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan maju menjadi calon presiden 2024, besok.

Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok masyarakat akan mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan maju menjadi calon presiden 2024, besok.

Deklarasi akan dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri mereka Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera.

Mereka memilih tempat bersejarah, Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, sebagai tempat deklarasi.

Seperti diketahui, masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan habis pada 2002 dan pilkada serentak dilakukan pada 2024, yang berbarengan dengan pilpres. Kemunculan relawan Anies ini juga dinilai terkait dengan akan habisnya masa jabatan Anies di DKI Jakarta.

Bagaimana respons Anies Baswedan terkait deklarasi tersebut?

Saat ditanya wartawan, Selasa (19/10/2021) Anies Baswedan sama sekali tidak bicara saat ditanya perihal dirinya yang mau dideklarasikan.

Baca juga: Elektabilitas Prabowo, Ganjar, dan Anies Memang Tinggi tapi Bukan Jaminan Bakal Jadi Capres

Hal ini terjadi usai rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta yang berlangsung siang tadi.

Awalnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memberikan keterangan pers perihal rapat bersama legislatif.

Kemudian, ia pun menjawab beberapa pertanyaan terkait penerapan PPKM Level 2 di ibu kota.

Setelah menjawab pertanyaan itu, awak media menanyakan soal deklarasi ANIS (sebelumnya ditulis Anies) yang akan dilangsungkan Rabu (20/10/2021) besok.

Anies pun tak menanggapinya dan memilih menjawab pertanyaan lain seputar rapor merah kinerjanya yang diberikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Setelah memberi keterangan tersebut, para awak media mencoba bertanya lagi kepada Anies perihal dukungan dari sekelompok orang untuk dirinya maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang.

Namun, Anies Baswedan enggan menanggapinya.

"Cukup ya, terima kasih," ucap Anies sambil berjalan ke arah lift, Selasa (19/10/2021).

Beberapa orang wartawan pun kembali mengejar Anies hingga ke lift untuk meminta keterangannya soal deklarasi tersebut.

Namun, hingga pintu lift tertutup Anies hanya diam seribu bahasa dan melontarkan senyuman ke arah awak media yang mengejarnya itu.

Deklarasi dukung Ganjar

Deklarasi dukung mendukung capres di 2024 bukanlah kali pertama ini. Sebelumnya, sejumlah Kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Sahabat Ganjar mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Deklarasi yang diselenggarakan di Jakarta, pada Minggu (22/8/2021) ini juga dilakukan bersamaan secara virtual di 34 provinsi dan 51 kota di Indonesia.

“Kami Sahabat Ganjar menyatakan mendukung dan mengawal Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pilpres Indonesia 2024-2029,” ujar Ketua Umum Sahabat Ganjar, Leni Handayani dalam keterangan tertulis, Minggu.

Ia mengatakan bahwa, Sahabat Ganjar akan berkomitmen untuk bekerjasama dengan maksimal mengantarkan Ganjar Pranowo maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

Kandang Banteng Memanas

Belakangan dukungan terhadap Ganjar juga datang dari sejumlah kader PDIP.

Adapun pihak yang terang-terangan mendukung Ganjar maju sebagai Capres 2024 adalah Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo.

Albertus merasa masih dalam barisan PDI Perjuangan. Meski begitu, ia ingin menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Bagi saya, saya masih dalam barisan. Hak bicara, hak aspirasi itu dijamin oleh aturan. Saya tidak memutuskan yang harus jadi Ganjar, bukan. Aspirasi masyarakat ini kan perlu ditampung,” kata Albertus kepada KOMPAS TV, Senin (11/10/2021).

Apalagi, Albertus menyoroti sejumlah survei yang memperlihatkan elektabilitas tinggi terhadap Ganjar Pranowo.

“Belum (memberi masukan ke PDI-P). Jadi kita masih mengorganisasi diri untuk pewacanaan bersama-sama dengan teman-teman relawan Ganjar yang lain,” ujar Albertus.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul pun menyebut para pendukung Ganjar sebagai celeng.

Penyebutan celeng itu lantaran Bambang Pacul tidak senang jika ada kader yang bicara pencapresan mendahului Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Respons Ganjar

Menanggapi hal itu, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa hal tersebut merupakan pengingat bagi para kader.

"Itu mengingatkan agar semua tertib, gitu aja," kata Ganjar di Semaramg, Jawa Tengah pada Senin (11/10/2021).

Lebih lanjut, Ganjar tak ingin menanggapi lebih jauh soal banyaknya deklarasi dukungan terhadap dirinya untuk maju sebagai capres.

Ganjar hanya menjawab bahwa dirinya saat ini sedang fokus menangani pandemi Covid-19. "Lagi ngurusi Covid," ucap Ganjar.

Prabowo Subianto

Ketua DPP Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade buka suara soal siapa yang bakal maju mengikuti kontestasi presiden di Pemilu 2024 mendatang. 

Andre menerangkan, meskipun nama Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI begitu kuat digadang-gadang maju sebagai capres, namun Prabowo sendiri belum memberikan jawaban.

Sampai saat ini, kata Andre, Prabowo belum mengambil keputusan akankah maju lagi dalam kontestasi capres ataukah tidak.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Andre dalam bincang dan diskusi dalam segmen "SMRC: Pemilih Lebih Pentingkan Kualitas Personal Capres Dibanding Keputusan Partai" yang disiarkan secara virtual oleh Kompas Tv, Selasa (12/10/2021).

"Sampai saat ini meskipun terus terang arus bawah, arus kader, lalu suntingan masyarakat begitu kuat kepada Pak Prabowo, sampai saat ini Pak Prabowo sebagai dewan pembina belum mengambil keputusan apakah beliau akan maju atau tidak," terang Andre.

Baca juga: Siapa Cawapres yang akan Dampingi Prabowo di Pilpres 2024? Begini Jawaban Partai Gerindra

Baca juga: Gerindra Tak Permasalahkan Juri Ardiantoro Jadi Ketua Pansel Anggota KPU-Bawaslu

Keputusan siapa yang akan diusung Partai Gerindra dalam pemilihan capres, kata Andre, akan dilakukan tahun 2023 mendatang saat rakernas.

Termasuk memutuskan dengan siapa Partai Gerindra akan berkoalisi.

"Bicara capres, sampai sekarang belum ada keputusan resmi, Insyaallah nanti 2023 dalam rakernas baru akan diputuskan, nah itu nanti kita baru bicara koalisi. Insyaallah koalisi kita terbuka untuk seluruh partai yang ada, yang berkomitmen kuat untuk meneruskan cita-cita rakyat Indonesia."

"Hal ini (keputusan akan berkoalisis dengan partai apa) nantinya akan dilakukan oleh pimpinan partai setelah memastikan siapa calon presiden dari Partai Gerindra," sambung Andre.

Keputusan ini tidak akan buru-buru disusun Partai Gerindra, mengingat Probowo masih memiliki kewajiban untuk melaksanakan amanah yang diberikan Pak Jokowi Sebagai Presiden RI dan Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved