Bupati Achmad Husein Sebut Keberadaan Unsoed Kurangi Angka Kemiskinan di Banyumas

Ikatan Alumni Fisip Universitas Jenderal Soedirman (IKAFU) menggelar musyawarah nasional II dan temu alumni di Graha Widyatama Unsoed Purwokerto, Jawa

WILLY WIDIANTO
Pelaksanaan Munas II dan Temu Alumni Ikatan Alumni Fisip Unsoed (Ikafu) di Graha Widyatama, Unsoed Purwokerto, Sabtu(23/10/2021). Dalam acara Munas II dan Temu Alumni IKAFU hadir Bupati Banyumas , Achmad Husein, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof Dr Ir Suwarto Ms, Dekan Fisip Unsoed, Wahyuningrat, Wakapolresta Banyumas AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Ketua Ikafu 2012-2016 Rustriningsih dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fisip Unsoed, Tri Wuryaningsih. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Alumni Fisip Universitas Jenderal Soedirman (IKAFU) menggelar musyawarah nasional II dan temu alumni di Graha Widyatama Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (23/10/2021).

Acara tersebut dilakukan secara luring dengan dihadiri oleh kurang lebih 150 orang dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam suasana pandemi.

Panitia juga memfasilitasi acara tersebut dilakukan secara daring melalui zoom meeting dan youtube.

Bupati Banyumas Achmad Husein yang hadir di acara tersebut mengatakan Keberadaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto sangat membanggakan dan menggembiarakan hati juga bisa meningkatkan kesejahteraaan, Unsoed juga membawa nama baik dan nama besar.

Achmad juga menyebut keberadaan Unsoed termasuk juga Fisip bisa mengentaskan kemiskinan.

Ia lalu membeberkan sedikit data angka kemiskinan Kabupaten Banyumas.

Menurutnya angka kemiskinan Kabupaten Banyumas 13,6 persen atau di urutan 9 se-Jawa Tengah termasuk wilayah lainnya yakni Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes yang juga bernasib sama.

Baca juga: Vaksinasi dan Baksos yang Digelar Alumni Akabri 99, Panglima TNI sebut Cermin Kepekaan Sosial

Namun, kata bupati angka kemiskinan bisa mencapai 13,6 persen karena keberadaan Unsoed.

"Kalau tidak ada Unsoed angka kemiskinan 15,6 persen. Pengaruhnya besar sekali, ada kos-kosan, UMKM hidup semua. Oleh karena itu keberadaan Unsoed sangat esensial menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Semakin besar unsoed maka semakin banyak menolong masyarakat Banyumas," kata Bupati Banyumas.

Oleh sebab itu Bupati mengajak rektor Unsoed  Profesor Dr Ir Suwarto Ms untuk membesarkan Unsoed sebesar-besarnya dan meningkatkan kualitas Unsoed sebagus-bagusnya sehingga patut dibanggakan dan jadi contoh yang baik. 

"Ibadahnya jadi besar ,banyak menolong masyarakat Banyumas, tak terkecuali buat Fisip Unsoed besarkanlah untuk jadi kebanggaan dan bapak ibu dewa penolong untuk masyarakat Banyumas," kata Bupati.

Sementara itu Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof Dr Ir Suwarto Ms menyebut ikatan alumni merupakan mitra strategis dalam hal ini Fisip Unsoed.

Alumni kata dia memberikan masukan agar institusi lebih maju ke depan.

"Alumni Fisip Unsoed menyebar ke seluruh Indonesia, kami menyampaikan syukur alhamdulillah. Fisip berkembang luar biasa sekarang ada program S2, S3 akreditasi juga sangat membanggakan, mutu dosen membanggakan dan alumni Fisip Unsoed banyak berkiprah di masyarakat menyumbang kemajuan untuk bangsa," kata Suwarto.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved