Minggu, 12 April 2026

GIAT, sebuah Gerakan Ibu Asuh Perajin di Tengah Pandemi

PSR dalam GIAT diwujudkan dengan membeli kain gringsing di mana dengan membeli kain gringsing, sudah membantu para perajin dan penenun

Penulis: Toni Bramantoro
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Sebagai tanggung jawab sosial personal atau personal social responsibility (PSR), Citra Kartini Indonesia meluncurkan Gerakan Ibu Asuh Terpadu (GIAT). GIAT merupakan gerakan sosial budaya yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan wastra tenun nusantara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai tanggung jawab sosial personal atau personal social responsibility (PSR), Citra Kartini Indonesia meluncurkan Gerakan Ibu Asuh Terpadu (GIAT).

GIAT merupakan gerakan sosial budaya yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan wastra tenun nusantara.

Gerakan ini dicanangkan untuk bisa menyerap tenun gringsing agar kehidupan para penenun tertolong dan produktivitas mereka tetap terjaga.

PSR dalam GIAT diwujudkan dengan membeli kain gringsing di mana dengan membeli kain gringsing, sudah membantu para perajin dan penenun.

Ketua Citra Kartini Indonesia, Ayu Rosan mengatakan, banyak orang yang bergantung dari sektor wisata.

Di masa pandemi Covid-19, wisata jadi salah satu sektor yang paling terdampak.

Baca juga: Kominfo Dorong Generasi Muda Papua Aktif Bangkitkan Budaya dan Ekonomi

Salah satu dampak upaya pencegahan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 adalah dengan ditutupnya seluruh objek wisata. Karenanya, para pelaku pariwisata dan mereka yang terkait juga sangat terdampak.

"Dengan membeli gringsing, kita sudah jadi ibu asuh.

Banyak di antara kita yang bergantung pada sektor wisata dan saat ini terdampak pandemi Covid-19," kata Ayu Rosan, istri duta besar RI yang ditempatkan di Washington AS.

Ayu berharap, GIAT bisa membantu para perajin dan penenun. Ia ingin, para penenun terus melestarikan hasil karyanya agar jangan sampai warisan budaya tersebut punah.

Hal senada juga dikatakan inisiator GIAT, Miranti Serad.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian Dipengaruhi Masyarakat yang Kembali ke Kampung Halamannya

Menurutnya, sudah waktunya semua orang sekarang ini berbicara mengenai tanggung jawab sosial personalnya, terutama kalangan perempuan.

Miranti mengatakan, perempuan bukan hanya berperan sebagai ibu, melainkan juga sebagai pelaku usaha sekaligus agen budaya.

Oleh karena itu sudah sepantasnya kalangan perempuan untuk perhatian pada pelaku usaha kecil, termasuk para perajin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved