Breaking News:

Hari Guru Nasional

Digaji Rp700 Ribu Sebulan, Guru Honorer: Hari Guru Nasional Hanya Seremoni

Wilfridus Kado, guru honorer dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai momen Hari Guru Nasional (HGN) 2021 hanya menjadi seremoni biasa.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
INDONESIA DARURAT GURU - Sejumlah guru dari Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN), dan Forum Guru Honorer Sekolah Swasta (FGHSS) unjuk rasa bertajuk Indonesia Darurat Guru PNS di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (25/11/2021). Dalam aksinya yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional, mereka menuntut agar para guru yang masih berstatus honorer bisa diangkat menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dikarenakan Indonesia masih kekurangan 1,3 juta guru di sekolah negeri. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wilfridus Kado, guru honorer dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai momen Hari Guru Nasional (HGN) 2021 hanya menjadi seremoni biasa.

Guru SMKN 7 Ende ini mengatakan tidak ada yang spesial dari Peringatan HGN pada tahun ini.

"Biasa saja hari guru itu. Hanya seremonial saja," ujar Wilfridus dalam dialog Polemik MNC Trijaya, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Wilfridus, selama ini kesejahteraan guru honorer di NTT masih belum terpenuhi.

Dalam sebulan Wilfridus hanya mendapatkan honor sebesar Rp700 ribu.

Baca juga: FSGI: Masih Banyak Guru Berstatus Honorer Sampai Purna Tugas

Bahkan jumlah ini telah mengalami penambahan sebesar Rp 300 ribu.

Wilfridus yang telah mengajar sejak 2015, awalnya hanya digaji Rp 400 ribu.

"Saya lihat upah guru minimum di NTT. Tidak sesuai upah minimum. Saya sudah 6 tahun menjadi guru," ucap Wilfridus.

Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, Wilfridus harus bekerja di kebun dan peternakan.

Guru lain di sekolah tempat Wilfridus mengajar juga banyak yang bekerja selepas mengajar.

Saat ini, Wilfridus mengaku belum menerima gaji dalam tujuh bulan terakhir ini.

Dirinya berharap mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi ASN.

Pasalnya, menurut Wilfridus, kesejahteraan guru honorer tidak menjanjikan.

"Ada PPPK kita ikut, UKG kita ikut. Ini berkaitan demgan upah. Kalau CPNS menjanjikan, kalau honorer tidak jelas," pungkas Wilfridus.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved