Minta Ahok agar Banyak Belajar soal BUMN, Arya Sinulingga: Masa Komut Ketinggalan Kereta
Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, meminta agar Ahok sebagai Komut Pertamina belajar banyak mengenai BUMN.
"Jangan sampai Pak Ahok ini di Pertamina juga menjadi komisaris merasa direktur gitu."
"Komut merasa Dirut itu jangan, harus tahu batasan-batasannya," tutur Arya.
Selain itu, Arya juga meminta agar Ahok banyak belajar mengenai apa yang saat ini sedang dilakukan BUMN agal tak ketinggalan berita.
Terlebih, Ahok saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.
"Dan kita berharap ke depan Pak Ahok makin banyak nih belajar dari apa yang sedang dilakukan oleh BUMN."
"Jangan sampai Pak Ahok ketinggalan kereta. Masa Pak Ahok sebagai Komut ketinggalan kereta," tandasnya, mengutip Kompas.com.
Bukan Kali Pertama
Singgungan pendapat antara Ahok dan Arya Sinulingga tersebut bukanlah kali pertama.
Pada Juni 2021 lalu, Ahok dan Arya sempat beda pernyataan mengenai limit kartu kredit petinggi Pertamina.
Diketahui, persoalan limit kartu kredit tersebut bermula dari usulan Ahok agar Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina tak lagi mendapat fasilitas kartu kredit.
Baca juga: IBC Berencana Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Ahok: Tidak Layak
Baca juga: Reaksi Spontan Anies Baswedan Saat Dipanggil Ahok oleh Komika Kiky Saputri di Acara Lapor Pak!
Hal tersebut disampaikan Ahok dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada Senin (14/6/2021).
Menurut Ahok, penghapusan fasilitas kartu kredit dapat menghemat pengeluaran Pertamina, mengingat limit yang diberikan cukup besar.
Ia mengaku limit kartu kredit yang didapatkannya dari Pertamina mencapai Rp30 miliar.
Kala itu, Arya mengungkapkan kartu kredit petinggi Pertamina limitnya hanya mencapai di kisaran Rp50 juta hingga Rp100 juta.
Itupun hanya bisa dipakai untuk kepentingan perusahaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ahok-dan-arya-sinulingga-291121-1.jpg)