Minggu, 31 Agustus 2025

Disindir Febri Diansyah soal Kenaikan Hartanya dalam Setahun, Ini Jawaban Pimpinan KPK Nurul Ghufron

Febri mempertanyakan kebenaran kenaikan harta Nurul Ghufron yang tercatat di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK.

Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mempertanyakan naik pesatnya harta kekayaan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Pasalnya kekayaan Ghufron dalam satu tahun menjabat sebagai Pimpinan KPK mengalami kenaikan hingga Rp4,2 miliar, atau tepatnya Rp4.258.392.909.

Hal ini dipertanyakan Febri dalam unggahan pada akun media sosial Twitter milik pribadinya. Febri merasa janggal terkait kekayaan Ghufron.

Pak, apakah data ini benar dan bisa dijelaskan? Sebagai bagian dari pencegahan korupsi, ada baiknya Pimpinan KPK jadi contoh keterbukaan tentang asal-usul kekayaan berasal dari penghasilan sah, cuit Febri, Kamis (2/12/2021).

Pimpinan KPK Nurul Ghifron disindir oleh Eks Jubir Febri Diansyah
Pimpinan KPK Nurul Ghifron disindir oleh Eks Jubir Febri Diansyah soal kenaikan hartanya dalam setahun.

Kemudian, Febri mengunggah gambar dari data e-lhkpn KPK yang memperlihatkan jika harta kekayaan Ghufron melonjak sekira Rp 6,7 miliar.

Menurut Febri, kenaikan tersebut meningkat drastis jika dibandingkan menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum di Universitas Jember.

"Jika dilihat data e-lhkpn KPK yang bersifat terbuka ini, saat jadi Dekan kekayaan Nurul Ghufron total Rp 6,7 miliar.

Sampai saat ini sejak jadi Dekan dan selama jadi Pimpinan KPK, total kenaikan Rp 6,7 miliar," tulis Febri.

Febri menduga, kenaikan harta Ghufron terjadi bukan karena gaji sebagai pimpinan KPK.

Tetapi ada faktor lain seperti penambahan aset.

Baca juga: Dituduh Novel Baswedan Suka Berbohong, Pimpinan KPK Nurul Ghufron: Saya Maafkan

Untuk itu, Febri berharap Ghufron bisa menjelaskan mengenai asal-usul melonjaknya harta kekayaannya.

"Faktor apa? Setahu saya, kenaikan kekayaan bisa terjadi karena naiknya nilai pasar aset atau penambahan aset.

Hal itu tentu bisa dijelaskan dengan mudah, Ya bisa juga sekaligus sebagai contoh prinsip transparansi pejabat publik. Bagian dari pencegahan korupsi" tulisnya.

Tanggapan Nurul Ghufron soal Kenaikan Harta Kekayaannya

Melansir Kompas TV, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan mengenai harta kekayaannya yang mengalami kenaikan sejak menjabat sebagai pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan