Breaking News:

Muktamar NU

Gus Yahya Jawab Isu Gus Yaqut dan Kemenag Bantu untuk Posisi Ketum PBNU

Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf maju sebagai calon ketua umum PBNU.

Penulis: Reza Deni
Editor: Willem Jonata
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Sabtu (4/12/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majunya Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf sebagai salah satu calon ketua umum PBNU menimbulkan spekulasi di publik.

Spekulasi yang muncul salah satunya menyasar nama sang adik, Yaqut Cholil Qoumas, yang kini menjabat sebagai Menteri Agama RI.

Saat berbincang dengan Tribun-Network, Gus Yahya, begitu dia akrab disapa, menjawab hap tersebut.

Dia mengatakan bahwa jika memang sang adik membantu dan terlibat untuk mencapai posisi Ketum PBNU, tak mungkin dia rela memforsir tenaganya untuk mengunjungi PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia.

Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Sabtu (4/12/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Sabtu (4/12/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Saya sejak September berkeliling dan sekarang ini sudah lebih 400 cabang dan wilayah yang sudah saya temui langsung. Kalau saya mau menggunakan memanfaatkan Kementerian Agama, minta tolong adik saya, mungkin saya enggak perlu berkeliling," kata Gus Yahya di kediamannya, Sabtu (4/12/2021).

Dia bisa saja meminta Gus Yaqut untuk menginstruksikan jaringan para pegawai di Kemenag untuk melakukan hal tersebut.

Baca juga: Tak Berobsesi Maju Pilpres 2024, Gus Yahya Cerita Momen Jadi Presiden Dadakan Gantikan Gus Dur

"Tapi saya tidak, saya tetap datang. Saya bertemu langsung. Saya sampaikan pikiran-pikiran saya dan dengarkan mereka bicara," katanya

Pertemuan dengan para pengurus PCNU dan PWNU, dikatakan Gus Yahya, biasanya terjadi hingga larut dan hari berganti.

"Itu karena saya harus dengarkan satu per satu. Semua orang bicara dan kita diskusi, biasanya sekali ketemu itu rata-rata 20-30 cabang sehingga ya memang cukup melelahkan," katanya.

"Dan saya yakin ini harus dilakukan karena saya ingin ada konsensus. Saya katakan kepada mereka kalau setuju dengan saya dan kebetulan bapak-bapak pilih saya dan saya berhasil jadi ketua umum, itu artinya insyaallah bapak-bapak akan tambah kerjaannya dan insyaallah mungkin tambah pusing juga," tambahnya.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo itu mengatakan semua yang dia lakukan ada konsekuensinya.

"Dan alhamdulillah banyak dari cabang-cabang dan saya kira sudah sebagian besar menerima itu," tandasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved