Tak Dihadiri Mantan Pimpinan Eijkman, Rapat Komisi VII DPR dengan BRIN Ditunda

Rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dan Direktur PT Bio Farma batal dige

Chaerul Umam
Rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dan Direktur PT Bio Farma batal digelar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dan Direktur PT Bio Farma batal digelar. 

Hal itu lantaran tak dihadiri oleh mantan pimpinan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman

Sebab rapat tersebut sebenarnya mengagendakan proses integrasi Eijkman ke BRIN. 

Pantauan Tribunnews di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/1/2022), rapat tersebut awalnya telah dibuka oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno. 

Kepala BRIN Laksana pun sempat berbicara sebelum diinterupsi oleh anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika. 

Kardaya menyatakan bahwa seharusnya mantan pimpinan Eijkman dihadirkan agar mendapat penjelasan yang utuh dan kondusif. 

"Jangan sampai kita bicarakan tetapi pembicaraan kita tidak membumi. Saya pikir itu penting karena kalau tidak ini tidak konfusif, karena kita ingin mendapatkan gambaran yang seutuhnya," kata Kardaya. 

Baca juga: Eijkman Dilebur ke BRIN, Anggota DPR: Peneliti Jangan Terintervensi Kepentingan Politik 

Setelah Kardaya, interupsi juga dilakukan oleh Anggota Komisi VII DPR yang lain. 

Anggota Komisi VII DPR F-PKB Ratna Juwita juga meminta masalah Eijkman ditunda. 

"Jadi mungkin untuk masalah Eijkman ini ada baiknya kita pending dulu sebelum bisa menghadirkan pimpinan yang lama," ucap Ratna. 

Senada dengan Ratna, Ribka Tjiptaning, anggota Komisi VII DPR F-PDIP, meminta rapat ditunda. 

Sebab, ada keterkaitan antara tiga lembaga tersebut. 

"Kalau menurut saya supata tuntas karena ini berkaitan, lebih baik ya rapat hari ini ditunda supaya kita bisa tiga tiganya hadir supaya tuntas," ujarnya. 

Mendengar interupsi tersebut, Eddy memutuskan untuk menunda rapat pada hari ini. 

"Karena ada pandangan dari anggota-anggota dan ini pandangan yang patut kami perhatikan dan banyaknya masukan dari anggota dan kita ingin mendalami permasalahan ini secara komprehensif, kupas tuntas dan kita harapkan bisa kupas tuntas dan kita harapkan kita bisa  bertemu lagi. Oleh karena itu dengan persetujuan anggota kita tunda rapat ini," ujar Eddy.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved