Jumat, 1 Mei 2026

Duh, Sampah Plastik Kembali Banjiri Pantai Kuta

Sampah plastik masih jadi permasalahan besar di Pulau Dewata yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata utama di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Yulis
Editor: Choirul Arifin
Tribun Bali
Sejumlah pemulung memungut sampah plastik di Pantai Kedonganan, Badung, Sabtu (26/1/2019). Sampah musiman ini memberi keuntungan bagi pemulung yang bisa mengumpulkan sampah plastik 70 kilo per hari. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUN BALI) 

Menurutnya, bila masalah ini tidak ditindaklanjuti maka pariwisata di Bali perlahan akan kian rusak, yang yang berdampak juga pada penurunan geliat aktivitas ekonomi di Bali.

Tak hanya itu, problematika sampah plastik juga mengancam kerusakan ekosistem terumbu karang dan biota laut. Sebagai contoh, di Nusa Dua yang memiliki Terumbu karang seluas 204 hektare (ha), seorang penyelam mengaku sering menemukan sampah-sampah plastik di bawah laut.

Efek lainnya, mengutip Tribun Travel, terlihat pada penurunan besar populasi ikan mola mola di perairan Nusa Penida.

Tak pelak, dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak untuk menjaga pelestarian lingkungan Bali sebagai destinasi pariwisata.

Selain memperketat penyelenggaraan Pergub Bali tentang pelarangan penggunaan plastik sekali pakai, masyarakat dan produsen plastik sekali pakai juga perlu berkomitmen untuk tidak menambah beban permasalahan sampah plastik di Bali dan berinovasi dengan memproduksi serta menggunakan kemasan produk yang lebih bersahabat bagi lingkungan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved