Apa Itu Roid Rage? Ini Efek Samping Penggunaan Steroid Anabolik
Roid Rage adalah gangguan mental yang terjadi akibat dari konsumsi steroid yang berkepanjangan. Simak efek samping yang lain.
TRIBUNNEWS.COM - Roid Rage adalah gangguan mental yang terjadi akibat dari konsumsi steroid yang berkepanjangan.
Mengutip CBS News, roid rage dicirikan sebagai bentuk hilangnya kontrol impuls.
Hal tersebut memprovokasi reaksi berlebihan melalui stimulus yang biasanya tidak menghasilkan reaksi yang parah.
Baca juga: Elon Musk Tantang Putin Bertarung Satu Lawan Satu, Ukraina sebagai Taruhannya
Sekilas, reaksi tersebut seperti bentuk emosi kemarahan yang muncul.
Namun emosi tersebut ternyata dipicu oleh sistem otak yang terganggu akibat mengonsumsi steroid anabolik.
Meskipun demikian, belum ada data yang akurat tentang seberapa umum kondisi tersebut terjadi kepada mereka yang mengonsumsi steorid anabolik.
Namun, mereka yang mengonsumsi steorid anabolik kerap memiliki emosi yang mudah meluap.
Biasanya dari sikap yang ditimbulkan bertingkat, mulai dari agak lebih tegas, naik ke satu tingkat selanjutnya menjadi agresif, kemudian naik ke tingkat berikutnya yang menyebabkan roid rage.
Bahaya Steroid Anabolik
Mengutip Addiction Center, Steroid menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang dapat menyebabkan perubahan fisik.
Pria dapat mengembangkan payudara dan testis yang mengecil.
Pada wanita, organ seksual dapat membesar dan suaranya sering menjadi lebih dalam.
Perubahan suasana hati yang drastis dan "roid rage" adalah tanda bahaya umum dari penyalahgunaan steroid yang berkepanjangan.
Penggunaan steroid dapat mengakibatkan peningkatan kadar testosteron yang tidak wajar, yang pada gilirannya mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi testosteron sendiri.
Beberapa efek samping penyalahgunaan steroid terjadi ketika pengguna berhenti minum obat karena tubuh memiliki kadar testosteron yang sangat rendah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/daftar-obat-lambung-ranitidin-yang-ditarik-bpom-karena-berpotensi-memicu-kanker.jpg)