Minggu, 31 Agustus 2025

Aplikasi Trading Ilegal

Ini Isi Permohonan Maaf Indra Kenz kepada Masyarakat: Saya Tidak Pernah Berniat Rugikan Orang Lain

Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi Binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat.

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Tersangka kasus penipuan investasi Binomo Indra Kenz dihadirkan polisi saat rilis di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/3/2022). Bareskrim mencatat ada 40 orang korban kasus Binomo atas tersangka Indra Kenz dengan kerugian korban mencapai Rp 44 miliar. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi Binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat.

Hal itu disampaikan Indra dalam konferensi pers di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Dengan tangan terborgol, dan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, ia mengaku tak pernah berniat melakukan penipuan.

Dalam kesempatan itu, Indra Kenz juga menjelaskan bagaimana awalnya ia mengenal Binomo.

Indra menyebut ia mengenal dunia trading seperti Binomo pada tahun 2018 silam melalui iklan.

Baca juga: Ini Daftar Harta Kekayaan Indra Kenz yang Disita Polisi, Nilainya Rp 55 Miliar

Kemudian Indra mulai mengikuti pelatihan mengenai trading.

Pada tahun 2019 ia membuat konten di YouTube hingga bisa dikenal seperti sekarang.

"Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya mengenai dunia trading."

"Di tahun 2018 saya tahu Binomo dari iklan, kemudian saya mengikuti pelatihannya."

"Kemudian 2019 saya membuat konten di YouTube sampai saya dikenal sampai sekarang," kata Indra dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (25/3/2022).

Berikut pernyataan lengkap Indra Kenz:

Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mengenal dunia trading.

Di tahun 2018 saya tahu Binomo Binary Option dari iklan, kemudian saya pun mengikuti pelatihannya, 2019 saya membuat konten di YouTube sampai saya dikenal sampai sekarang.

Dari awal tidak pernah niat untuk merugikan orang lain apalagi sampai menipu, karena orang tua saya tidak pernah mengejarkan saya untuk menipu.

Tetapi sayang sekali hal ini harus terjadi dan saya juga berterima kasih kepada pihak kepolisian dan semua aparat yang telah bertugas mengawal kasus ini.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan