BP2MI Telah Selamatkan 679 Calon Pekerja Migran yang Ditipu Sindikat Penempatan Ilegal
BP2MI telah menyelamatkan 679 calon pekerja migran Indonesia yang hampir diberangkatkan oleh sindikat ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan pihaknya fokus memerangi sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia (PMI).
Benny mengatakan pada tahun 2021 lalu, BP2MI telah menyelamatkan 679 calon pekerja migran Indonesia yang hampir diberangkatkan oleh sindikat ini.
"Perang melawan sindikat penempatan ilegal PMI terus dilakukan oleh BP2MI," ujar Benny di Command Center BP2MI, Jakarta, Kamis (28/4/2022).
"Selama tahun 2021, kita telah memimpin pengrebekan penampungan illegal PMI sebanyak 24 kali serta berhasil menyelamatkan 679 CPMI yang hampir diberangkatkan oleh sindikat ini," tambah Benny.
BP2MI, kata Benny, telah menggandeng para pemangku kepentingan dari aparat penegak hukum hingga kementerian dan lembaga dalam menghadapi sindikat ini.
Pihak lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada masalah ini juga dilibatkan.
Baca juga: BP2MI Perkirakan 12.134 PMI Akan Kembali ke Indonesia Jelang Lebaran
"Inilah bentuk kolaborasi yang nyata. Tentu kita tidak main-main, bisa dilihat dari jejak digital, bahwa kami serius menangani hal ini," ungkap Benny.
Dirinya mengungkapkan PMI merupakan penyumbang devisa kedua terbesar di Indonesia setelah migas.
Para PMI bahkan menyumbang devisa negara hingga Rp159,6 triliun.
"Sehingga perlu mendapatkan perlakuan hormat dari negara dan perlindungan," pungkas Benny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kepala-bp2mi-benny-rhamdanipemda-nih3.jpg)