Hari Buruh Internasional

Di May Day 2022, Partai Buruh Berikan Penghargaan Pahlawan untuk Marsinah dan Tokoh Buruh Lain

Partai Buruh menggelar ajang penghargaan Pahlawan Buruh Nasional bertajuk Buruh Award untuk para tokoh buruh sebagai

https://twitter.com/muth_attakii
Poster Marsinah 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Buruh menggelar ajang penghargaan Pahlawan Buruh Nasional bertajuk Buruh Award untuk para tokoh buruh sebagai rangkaian dari hari buruh internasional atau May Day.

Dalam kategori Pahlawan Buruh Nasional ini, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan setidaknya ada empat tokoh buruh nasional yang dinilai memiliki peran besar dalam pergerakan buruh.

Mereka adalah kata Iqbal, almh Marsinah, (alm) mantan Menteri Ketenagakerjaan Jacob Nuwa Wea, (alm) Thamrin Mosii, dan (alm) Mukhtar Pakpahan.

Baca juga: Buruh Tuding Revisi UU PPP Akal-akalan Legalkan Omnibus Law

Adapun penyerahan penghargaan itu dilakukan di Gedung Perfilman Usmar Ismail selepas para buruh menggelar aksi di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) siang tadi.

"Jadi ada 4 tokoh buruh yang dianugrahi pahlawan buruh nasional," kata Iqbal saat ditemui awak media di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Minggu (1/5/2022).

Penyerahan penghargaan ini sendiri dilakukan Partai Buruh dengan mendatangkan para perwakilan keluarga dari ke-empat tokoh buruh tersebut.

Terhadap Marsinah diwakilkan oleh sang kakak yakni Marsini, untuk Mukhtar Pakpahan diwakili oleh sang istri, untuk Jacob Nuwa Wea diwakilkan oleh sang anak, dan untuk Thamrin Mosii diwakilkan oleh pihak keluarga.

Baca juga: 30 LINK Twibbon Selamat Hari Buruh 1 Mei 2022, Berikut Cara Membuat dan Membagikannya ke Medsos

Kendati untuk Marsinah, dalam kesempatan ini Iqbal menyatakan pihaknya akan membentuk panitia untuk memberikan penghargaan Pahlawan Nasional.

"Khusus untuk Marsinah, Partai Buruh akan membentuk panitia khusus yang bertugas mengusulkan (kepada pemerintah agar) Marsinah (menerima gelar) sebagai pahlawan nasional," ucap Iqbal.

Hal itu didasari karena menurut Iqbal hingga hari ini, tokoh yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional belum ada yang berasal dari kaum buruh.

Baca juga: 572 Personel Gabungan Disiagakan untuk Amankan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini

Padahal menurut dia, buruh memberikan andil penting dalam kemaslahatan rakyat dan sejarah bangsa Indonesia.

Oleh karenanya dia menyatakan tekad untuk memperjuangkan hal tersebut agar Marsinah mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.

"Partai Buruh akan berjuang sekuat-kuatnya, sehormat-hormatnya memastikan Marsinah sebagai pahlawan nasional Republik Indonesia," tukas dia.

Sebagai informasi, Marsinah merupakan tokoh seorang buruh perempuan asal Nganjuk yang semasa hidupnya memperjuangkan kemakmuran buruh.

Namun atas keberaniannya menyuarakan kesejahteraan buruh terkhusus perempuan membuat Marsinah bernasib tragis.

Marsinah diketahui meninggal dunia dalam keadaan badan penuh luka, dan dinyatakan diperkosa oleh sekelompok orang setelah sebelumnya dikabarkan menghilang selama 3 hari.

Hingga kini, para aktivis pegiat HAM serta kaum buruh masih terus menyuarakan untuk keadilan terhadap kematian Marsinah serta beberapa tokoh aktivis lain dalam aksi rutin bertajuk Kamisan.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved