Survei: Pandemi Covid-19 Berdampak pada Ekonomi dan Kesehatan Lansia

Bertepatan dengan Hari Lansia Nasional tanggal 29 Mei, Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) merilis Survei untuk kelompok lansia terbesar

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengguna jalan melintas di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa masyarakat boleh melepas masker saat beraktivitas di luar ruangan. Keputusan tersebut setelah memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali. Sementara bagi yang berkegiatan di ruang tertutup, transportasi publik, serta masyarakat dalam kategori rentan, seperti lansia atau memiliki penyakit bawaan tetap harus menggunakan masker. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari sisi ekonomi pandemi Covid-19 membawa dampak negatif pada kondisi keuangan lanjut usia (lansia).

Bertepatan dengan Hari Lansia Nasional tanggal 29 Mei, Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) merilis Survei untuk kelompok lansia terbesar di Indonesia.

Sebanyak 57,6 persen responden merasa kondisi ekonominya berkurang. Sementara 36 persen responden merasa sama saja dan hanya 6,1 lain kondisi ekonominya lebih baik.

“Ini merupakan survei awal dan yang terbesar khusus kelompok lansia di Indonesia. Semoga data survei
membuat kita semakin paham untuk memedulikan lansia,” ujar kata   Kepala Divisi Geriatri IPD FKUI-RSCM Jakarta/PB PERGEMI DR dr Kuntjoro Harimurti SpPD-K.Ger M.Sc dalam kegiatan virtual, Minggu (28/5/2022).

Baca juga: Pandemi Covid-19: Rusia Catat 4.188 Kasus Baru dalam Satu Hari Terakhir

Ia mengatakan, survei ini meliputi personal well being atau kondisi kesejahteraan, pengalaman vaksin, persepsi terhadap layanan kesehatan dan persepsi terhadap peran pemerintah. 

Metode survei menggunakan telesurvei yaitu metode survei yang dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan perangkat komunikasi.

Survei ini melibatkan 816 responden 57,2 perempuan dan 42,8 laki-laki yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia pada 9–22 Mei 2022.

Responden terbagi dalam lima kategori usia yaitu 60-65 tahun (64,2 persen), 66-70 tahun (20,1 persen), 71-75 tahun (9,6 persen), 76-80 tahun (3,7 persen) dan >80 tahun (2,5 persen).

Pekerjaaan responden berusaha sendiri atau wiraswasta atau pedagang 52,3 persen, buruh (12,2 persen), petani  atau nelayan (8,0 persen), freelance atau tidak tetap (5,0 persen), berkebun (3,4 persen), sopir atau ojek online (3,1 persen), pengajar atau guru atau dosen (dengan status tetap) (2,7perse), karyawan swasta (2,3 persen), ibu rumah tangga (1,9 persen) dan lainnya (penjahit, asisten rumah tangga, dll) (9,1 persen).

Dari sisi kesehatan, hasil survei menunjukkan kurang dari 40,1 persen lansia merasa sakitnya mengganggu aktivitas keseharian dan 24,6 persen mempunyai penyakit kronis. Lansia perempuan yang melaporkan memiliki penyakit kronis lebih banyak dibanding laki-laki.

Mayoritas lansia mempunyai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes dan rematik. Jumlah obat yang
diminum hanya rata-rata 1,4 butir sehari dan bahkan 31,9 persen tidak meminum obat/vitamin.

Dari aspek sosial, mayoritas lansia memiliki kepuasan yang baik terkait hubungan dengan keluarga,masyarakat dan merasa aman.

Hasil survei menunjukkan kondisi kesejahteraan atau well-being lansia di Indonesia pada masa pandemi masih cukup baik (M=7,5) dari skala 1-10. Skor well-being lansia perempuan (M=7,7) lebih tinggi dibandingkan laki-laki (M=7,2).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved