Sabtu, 30 Agustus 2025

Reshuffle Kabinet

Dianggap Nyalinya Besar, Nasib Minyak Goreng Kini di Tangan Zulkifli Hasan

Tak hanya menyelesaikan persoalan ekspor, Jokowi meminta Zulhas secara khusus mengurus pemenuhan kebutuhan pokok di dalam negeri.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Menteri Perdagangan yang baru, Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers usai acara serah terima jabatan dengan Muhammad Lutfi di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2022). Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa ia akan menyelesaikan persoalan minyak goreng termasuk minyak goreng curah yang saat ini masih cukup tinggi di pasaran. Zulkifli Hasan mengaku baru diberi tahu akan menduduki jabatan Menteri Perdagangan pada Selasa malam. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persoalan minyak goreng berada di balik isu reshuffle Menteri Perdagangan Muhammad Lutfhi.

Dia kini digantikan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan.

Zulkifli Hasan bersama Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto  dan 3 wakil menteri lainnya dilantik Presiden Jokowi sebagai menteri yang baru di Istana Presiden Jakarta  pada Rabu (15/6/2022).

Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan,  menggantikan posisi Lutfi bukan tanpa sebab.

Setelah dua tahun menjabat sejak tahun 2020, Lutfi dihadapkan pada sengkarut masalah minyak goreng sejak akhir tahun lalu yang tak kunjung rampung hingga kini.

Zulhas pun diharapkan mampu menyelesaikan dan kembali menurunkan harga minyak goreng serta beragam permasalahan terkait kebutuhan pokok lainnya dalam beberapa waktu ke depan.

Dia dianggap punya nyali besar menyelesaikan persoalan besar dalam bidang perdagangan saat krisi sekarang ini yang di banyak negara berefek pada diturunkannya presiden dan perdana menteri.

Dinilai Jokowi berpengalaman

Selepas pelantikan, Jokowi mengungkapkan alasannya memilih Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag).

Menurut dia, pria yang akrab disapa Zulhas itu punya rekam jejak yang baik untuk dapat terjun ke lapangan.

Ia menilai, Zulhas memiliki kemampuan manajerial yang baik, yang tak hanya berkutat pada isu-isu makro tetapi juga sektor riil atau mikro yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Saya lihat Pak Zul dengan pengalaman, track record, rekam jejak yang panjang. Saya kira akan sangat bagus untuk Mendag. Karena sekarang ini urusan pangan yang berkaitan dengan rakyat ini memerlukan pengalaman lapangan, memerlukan kerja-kerja yang terjun lapangan," ujar Jokowi di Istana Negara.

Tak hanya menyelesaikan persoalan ekspor, Jokowi meminta Zulhas secara khusus mengurus pemenuhan kebutuhan pokok di dalam negeri.

"Tapi yang lebih penting urusan kebutuhan pokok di dalam negeri harus bisa kita jaga," kata dia.

Baca juga: Kunjungan Perdana ke Pasar Cibubur, Menteri Zulkifli Hasan Syok Harga Kebutuhan Pokok Naik

Janji selesaikan masalah minyak goreng

Zulhas pun menyatakan, persoalan kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng akan menjadi prioritasnya setelah dilantik sebagai menteri.

Ia ingin persoalan tersebut cepat teratasi agar masyarakat tidak terlalu lama menderita.

"Saya Insya Allah dengan sama-sama teman-teman bisa cepat menyelesaikan, terutama minyak goreng. Ketersediaannya ada, harga terjangkau. Kalau berlama-lama kan kasian rakyatnya, itu saya kira prioritas," kata Zulhas.

Ia mengatakan, akan bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan minyak goreng, termasuk Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang sudah ditugaskan khusus oleh Presiden Joko Widodo.

"Ya semua pihak yang terkait tentu, enggak mungkin sendiri. Itu kan kerjaan besar ya. Tapi kalau sudah ketemu formulanya, saya kira mudah ya," kata Zulhas.

Ia pun meyakini memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin Kementerian Perdagangan.

Sebab, ia pernah menjabat Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua MPR periode 2014-2019, dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR.

Akan tetapi, Zulhas meminta waktu terlebih dahulu agar dapat mempelajari persoalan minyak goreng sebelum mengambil kebijakan terkait masalah tersebut.

"(Mohon) saya dikasih kesempatan, (saya) mau belajar, belajar cepat karena pengalaman saya 20 tahun," kata Zulhas.

Zulkifli Hasan Bernyali Besar

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai, penunjukkan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan  menggantikan Muhammad Lutfi sebagai anomali besar abad ini.

Anis Matta menilai penunjukan Zulkifli Hasan sebagai menteri perdagangan akan menjadi pertaruhan besar bagi reputasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang berakhirnya masa jabatannya pada 2024 mendatang. 

Keberhasilan dan kegagalan Jokowi nantinya juga akan ditentukan oleh Zulkifli Hasan.

Anis Matta menyampaikan pendapat tersebut di acara diskusi Gelora Talks bertajuk "Kapan dan Bagaimana Akhir Perang Rusia-Ukraina? Apa Dampaknya terhadap Ekonomi Dunia?, Rabu (15/6/2022).

"Saya ingin katakan, Pak Zulkifli Hasan berani bener menjadi Menteri Perdagangan. Ini seperti menggenggam bara api, karena bukan masalah sederhana. Tapi saya salut atas nyalinya Pak Zulkfili Hasan berani menggenggam bara api," kata Anis Matta.

Pergantian Mendag dari Muhammad Lutfi ke Zulkifli Hasan, menurut Anis Matta, merupakan dampak dari perang Rusia-Ukraina yang mulai terjadi sejak 24 Pebruari 2022 lalu.

Saat ini, Indonesia dinilai mulai merasakan adanya dampak kenaikan harga komoditas energi dunia (minyak dan gas), harga bahan pangan, sehingga menyebabkan tingginya inflasi.

"Mendag (Muhammad Lutfi, red) itu diganti, karena kesalahan dia sendiri dalam menerapkan kebijakan. Bagaimana mungkin kita negara produsen terbesar sawit mengalami kelangkaan minyak goreng, itu sama saja seperti kelangkaan BBM yang terjadi di Arab Saudi," ujarnya.

Menurut Anis Matta, sebagian besar pemimpin di dunia termasuk di Indonesia, mulai kebingungan dan tidak mengerti cara dalam menghadapi krisis yang sangat kompleks saat ini.

"Sudah banyak Presiden dan Perdana Menteri di dunia ini yang jadi korban, jatuh pemerintahannya akibat krisis sekarang. Tapi bedanya di sini, korbannya Mendag (Muhammad Lutfi, red)," ucapnya.

Anis Matta mengatakan, penujukkan Zulkifli Hasan sebagai Mendag bisa menjadi solusi bagi Jokowi, atau sebaliknya menjadi bumerang dan menjadi masalah baru bagi Kabinet Indonesia Maju. 

"Menjelang Pemilu 2024 mendapatkan pos baru di kabinet itu sangat bagus. Tapi taruhannya sangat besar seperti menggenggam bara api," ucapnya.

"Nanti kita akan melihat, apakah Pak Zulkifli Hasan ini akan menjadi solusi atau justru akan menjadi masalah baru bagi kabinet Jokowi," imbuhnya.

Namun Anis Matta berpandangan, penunjukan Zulkifli Hasan sebagai Mendag belum tentu akan menyelesaikan permasalahan krisis sekarang. 

Sebaliknya, justru bisa memicu krisis ekonomi akan semakin dalam, dan berlanjut ke krisis sosial dan politik.

"Saya kira krebilitas Pak Zulkfli Hasan dipertaruhkan. Tapi yang jauh lebih besar, adalah reputasi kabinet dan Pak Jokowi yang dipertaruhkan. Kita bisa kita lihat nanti, apakah semakin hari semakin mengalami degradasi atau tidak," ujarnya.

Anis Matta mengingatkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih cermat dalam membaca situasi global sekarang, dengan merespons berbagai kebijakan yang bisa menjawab tantangan utama secara substansial dan permanen dalam mengatasi krisis yang kompleks saat ini.

Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan