Bursa Capres
Ganjar Pranowo dan Bambang Pacul Akrab di Acara PDIP, Pengamat: Belum Tentu Dukung di Pilpres 2024
Ujang Komarudin menilai Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul belum tentu mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.
Editor:
Adi Suhendi
Ganjar pun langsung bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Bambang Pacul.
Tampak Ganjar dan Bambang Pacul bersalam komando sembari berdiri.
Setelah itu, para kader lainnya yang tengah berdiri bergerombol memekikkan salam merdeka bersama-sama.
"Merdeka, merdeka," ucap Ganjar dan Bambang Pacul, diikuti oleh sejumlah kader PDIP di ruangan Kongres.
Selanjutnya, mereka saling bertepuk tangan dan kembali duduk di kursi yang disediakan.
Diketahui, kedua kader PDIP tersebut kerap disebut berseberangan dalam dukungan politik. Hubungan keduanya juga kerap disebut tak akur dalam urusan politik.
Bambang Pacul yang merupakan Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI itu diketahui sempat menyebut Ganjar keterlaluan atau dalam bahasa Jawa 'kemajon'.
Pernyataan itu disampaikan Bambang ketika ditanya soal alasan Ganjar tidak diundang di acara internal partai. Salah satunya pada HUT PDIP ke-48 di Panti Marhaen Semarang.
Pacul mengungkapkan, tak diundangnya Ganjar karena dia dinilai kelewat berambisi untuk Pilpres 2024.
"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang.
Pacul juga mengaku telah memberi kode teguran kepada Ganjar, namun tidak digubris. Ia juga menyebut barisan pendukung Ganjar sebagai kader celeng.
Sebutan itu disampaikan menanggapi adanya deklarasi Ganjar sebagai calon presiden 2024 oleh sejumlah kader PDIP pada November 2021.