Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Usut Kejanggalan Kematian, Polri Berwenang Buka Data Ponsel Brigadir J hingga Irjen Ferdy Sambo 

Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar menyatakan bahwa penyidik Polri berwenang untuk memeriksa ponsel Brigadir J hingga Irjen Ferdy Sambo.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
IST
Irjen Ferdy Sambo dan almarhum Brigadir J. Polisi dianggap berwenang membuka data percakapan ponsel untuk menguak kasus penembakan ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teka-teki kematian Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J alias Brigadir Yosua di Rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo masih menjadi sorotan.

Dorongan untuk membuka data ponsel sejumlah pihak terkait pun mencuat.

Adapun pihak terkait yang dimaksudkan adalah data ponsel Brigadir J, Bharada E, Irjen Ferdy Sambo dan istirinya.

Pembongkaran data ponsel tersebut diharapkan mampu menepis kejanggalan kematian Brigadir J.

Baca juga: Akun WhatsApp Diretas, Keluarga Tak Mau Berspekulasi Peretasan Ini Terkait Penembakan Brigadir Yosua

Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar menyatakan bahwa penyidik Polri berwenang untuk memeriksa ponsel sejumlah pihak terkait.

Namun jika perlu dilakukan penyitaan, Polri memerlukan izin pengadilan terlebih dahulu.

"Penyidik yang berwenang, jika akan menyita harus minta izin pengadilan," ujar Fickar saat dikonfirmasi, Rabu (13/7/2022).

Lebih lanjut, Fickar menuturkan bahwa pembukaan data baru bisa dilakukan jika penyidik Polri telah meningkatkan status perkara itu menjadi tingkat penyidikan.

"Pembukaan data itu dapat dilakukan jika sudah ditangani tingkat penyidikan," pungkasnya.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved