Polda Metro Ungkap Praktik Begal Rekening Modus Nasabah Prioritas, Pelaku Ditangkap di Sumsel

Dua pelaku anggota sindikat begal rekening ditangkap Resmob Polda Metro Jaya di Desa Lebung Hitam, Kecamatan Tulung Slapan, Kab Ogan Komering Ilir.

Tribunnews.com/ Fandi Permana
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat konferensi pers penangkapan pemimpin Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja di Polda Metro Jaya, Selasa (7/6/2022). Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktik begal rekening yang menyasar korban nasabah prioritas sebuah bank. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, modus yang dilakukan dua pelaku adalah mengaku sebagai pegawai sebuah bank. Mereka menawarkan ke para korban untuk menjadi nasabah prioritas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktik begal rekening yang menyasar korban nasabah prioritas sebuah bank.

Dua pelaku anggota sindikat begal rekening, yakni H dan R ditangkap di Desa Lebung Hitam, Kecamatan Tulung Slapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Kamis (14/7/2022) lalu oleh Subdit Resmob

Modus yang dilakukan dua pelaku anggota sindikat begal rekening adalah mengaku sebagai pegawai sebuah bank.

Mereka menawarkan ke para korban untuk menjadi nasabah prioritas.

Kasus ini diungkap langsung Kasubdit Resmob AKBP Handik Zusen dan Kanit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Maulana Mukarom.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, korban yang ingin menjadi nasabah prioritas harus mengisi form secara online.

Setelah menginput data melalui website yang dikirim pelaku, korban diminta memasukan data diri sesuai KTP, nomor kartu debit, CVV, pin ATM dan nomor rekening serta nomor telepon.

"Setelah itu, ada kode OTP di pesan korban, ketika kode itu dimasukan oleh korban maka terjadilah begal rekening," ujar Hengki Haryadi dalam keterangannya, Selasa (19/7/2022).

Hengki Haryadi menambahkan, setelah korban menginput data pribadi tersebut, pelaku dengan mudah mengakses rekening korban dan menguras habis isi ATM.

Hal itu dikarenakan korban tidak menyadari kode OTP rekening bank telah dikuasai oleh pelaku.

"Keduanya kami tangkap di Tulung Slapan, Sumatera Selatan dan saat ini masih diperiksa penyidik," jelasnya.

Baca juga: Begal Sadis Pembacok Pemuda Hingga Tewas di Tanjung Priok Masih Di Bawah Umur, Sudah Sering Beraksi

Hengki Haryadi menyebut, korban ini terperdaya rayuan pelaku yang menawarkan promosi apabila menjadi nasabah prioritas.

Atas tawaran itu, korban tergiur dan mengikuti permintaan pelaku, tapi setelah tersadar rekeningnya berkurang, baru diketahui dua orang itu adalah sindikat begal rekening.

"Sindikat begal rekening ini masih kami dalami, ada beberapa barang bukti telepon seluler dan buku rekening yang kami amankan," tuturnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved