Cara Beli Uang Sambung dan Biayanya, Satu Lembar Dikenakan PPN 11 Persen

Cara beli uang sambung dan biayanya, satu lembar uang sambung dikenakan PPN 11 persen sesuai dengan aturan BI.

IG @bank_indonesia
Uang Sambung - Cara beli uang sambung dan biayanya, satu lembar uang sambung dikenakan PPN 11 persen sesuai dengan aturan BI. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini cara mendapatkan uang sambung yang dikeluarkan BI (Bank Indonesia) dan biayanya.

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta upaya dalam mengembangkan kegiatan numismatika di Indonesia, Bank Indonesia menerbitkan uang Rupiah khusus/URK dalam bentuk uang bersambung (Uncut Banknotes).

Uang sambung (Uncut Banknotes) ini terdiri dari 2 jenis yaitu dalam 2 lembar dan 4 lembar.

Adapun jumlah pecahannya adalah Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 Tahun Emisi (TE) 2016.

Harga untuk membeli uang sambung ini lebih mahal dari nominal uang sambungnya karena dikenakan PPN 11 persen.

Simak caranya di bawah ini, dikutip dari laman BI.

Baca juga: Sah, bank bjb Tandatangani PKS Penyertaan Modal KUB ke Bank Bengkulu

Operasional Layanan

Pembelian uang bersambung (Uncut Banknotes) dapat dilakukan melalui loket kas kantor Bank Indonesia, dengan jadwal sebagai berikut:

*) Setiap hari Senin pukul 08.00 – 11.00

*) Untuk jadwal layanan kas penjualan URK TE 2016 dapat menghubungi Kantor Perwakilan WIlayah Bank Indonesia terdekat.

Persyaratan Pembelian

Ilustrasi Uang.
Ilustrasi Uang. (Tribunnews.com)

- Membawa Kartu Tanda Penduduk/KTP (Asli)

- Berpakaian rapi

- Membawa uang yang pas

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved