Profil Partai Bulan Bintang, Simak Sejarah dan Susunan Pengurusnya

Inilah profil Partai Bulan Bintang, simak sejarah, susunan pengurus, hingga visi dan misi dari Partai Bulan Bintang berikut ini.

Editor: Daryono
Tangkap layar partaibulanbintang.or.id
Lambang Partai Bulan Bintang - Inilah profil Partai Bulan Bintang, simak sejarah, susunan pengurus, hingga visi dan misi dari Partai Bulan Bintang berikut ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Simak profil, sejarah, dan susunan pengurus dari Partai Bulan Bintang (PBB) berikut ini.

Partai Bulan Bintang (PBB) merupakan partai politik Indonesia yang lahir dengan berasaskan Islam.

Mengutip dari partaibulanbintang.or.id, Partai Bulan Bintang berdiri pada 17 Juli 1998 di Jakarta.

Partai Bulan Bintang didirikan dan didukung oleh ormas-ormas Islam tingkat nasional, seperti Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Koordinasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), hingga Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI).

Partai Bulan Bintang ini mengambil inspirasi dari Masyumi, yang melandaskan perjuangan pada ajaran-ajaran Islam yang universal dan bersifat rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam.

Baca juga: Pernah Punya Kursi di DPR RI, Sekjen Partai Bulan Bintang: Kami Ambil Kembali di 2024

Partai Bulan Bintang (PBB) sejak awal berdiri diketuai oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza juga didampingi oleh DR. H. MS Kaban sebagai sekretaris jenderal di PBB pada saat itu.

Sejak awal mula dibentuk hingga saat ini PBB selalu mengutamakan pembelaan hak-hal rayat dan umat tertindas, khususnya dari umat Islam di Indonesia.

Maka dari itu Partai Bulan Bintang menggunakan simbol bulan dan bintang sebagai lambang partainya.

Lambang Partai Bulan Bintang telah ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-08.AH.11.01 Tahun 2018 pada 18 September 2018.

Partai Bulan Bintang sejak reformasi telah menjadi peserta pemilu dan telah mengikuti Pemilu tahun 1999, Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

Pada tahun 1999, PBB mampu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2 persen dan meraih 13 kursi DPR RI.

Partai Bulan Bintang juga ikut berkontribusi dan berperan besar dalam kabinet pemerintahan Abdurrahman Wahid pada masa awal reformasi tahun 1999 sampai 2001.

Pada Pemilu tahun 2004, Partai Bulan Bintang meraih suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62 persen) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved