Polisi Tembak Polisi

Bharada E Belum Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Terkait Kasus Brigadir J, Ini Respons Pengacara

Kuasa hukum memberikan tanggapan soal Bharada E yang belum mengajukan diri jadi Justice Collaborator ke LPSK dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Editor: Adi Suhendi
Kloase Tribunnews.com
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (kiri) dan Kuasa Hukum Bharada E, Andreas Nahot Silitonga (kanan). Kuasa hukum memberikan tanggapan soal Bharada E yang belum mengajukan diri jadi Justice Collaborator ke LPSK dalam kasus tewasnya Brigadir J. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, permohonan perlindungan untuk Bharada Richard Eliezer atau Bharada E masih bisa diberikan jika yang bersangkutan mengajukan diri sebagai Justice Collaborator dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Justice Collaborator sendiri merupakan saksi pelaku yang ingin bekerjasama dengan penegak hukum guna mengungkap pelaku lain di dalam sebuah tindak kejahatan.

Terkait dengan saran dari LPSK itu kuasa hukum Bharada E, Andreas Nahot Silitonga menyatakan hingga kini kliennya belum mengajukan hal yang demikian.

Ia meyakini, selama proses pemeriksaan berlangsung, kliennya selalu kooperatif dan tidak menutupi segala sesuatunya.

"Nah ini kalau justice collaborator sebenarnya kan dia juga selama ini kooperatif gitu dalam proses penyidikan ini," ucap Andreas saat dikonfirmasi awak media, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Eks Jenderal Polisi: Bharada E Itu Bisa Dianggap Penyelamat, Coba Kalau Dia Tak Mau Jadi Tersangka?

Dirinya bahkan telah beberapa kali mengkonfirmasi kepada Bharada E soal keterangan yang selama ini disampaikan saat pemeriksaan.

Dalam pengakuannya, Bharada E kata Andreas menyatakan tidak ada yang ditutup-tutupi dan sudah diungkapkan semuanya saat pemeriksaan.

"Justice collaborator kan juga harus ada sesuatu yang belum terungkap. Sedangkan klien kami kan sudah merasa mengungkapkan semuanya, dan sekarang (bahkan) sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata dia.

Bharada E saat mendatangi kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022) (kiri) dan Irjen Ferdy Sambo saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) (kanan).
Bharada E saat mendatangi kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022) (kiri) dan Irjen Ferdy Sambo saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) (kanan). (TRIBUNNEWS.com/IRWAN RISMAWAN)

Sekadar informasi Bharada E ditetapkan menjadi tersangkaatas meninggalnya Brigadir Brigadir J dalam insiden baku tembak di Rumah Dinas Irjen pol Ferdy Sambo, 8 Juli 2022 lalu.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved