Prabowo Subianto Raih Kepercayaan Publik Sebab Dinilai Dekat Dengan Presiden Jokowi

Prabowo Subianto meraih kepercayaan publik tertinggi karena dinilai dekat dengan Jokowi berdasarkan survei yang dilakukan Indonesia Survey Center.

Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Prabowo Subianto meraih kepercayaan publik tertinggi karena dinilai dekat dengan Jokowi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meraih kepercayaan publik tertinggi dalam survei yang dilakukan Indonesia Survey Center (ISC) terkait 'Elektabilitas Tokoh Menuju Pemilu 2024' yang dipublikasikan, Senin (29/8/2022).

Beberapa faktor yang disoroti publik di antaranya soal kedekatan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak menjabat sebagai pembantu Presiden di pemerintahan.

"Jawaban publik yang paling besar karena Prabowo punya program kerja yang beliau tunjukan melalui post dia di pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan," kata Peneliti Senior ISC, Chairul Ansari dalam acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut.

Chairil menyampaikan Prabowo Subianto meraih kepercayaan publik dengan angka elektabilitas sebesar 30,4 persen.

Disusul Ganjar Pranowo 19,1%, dan Anies Baswedan13,0%.

Baca juga: Gerindra & PDIP segera Bertemu, Puan dan Prabowo Bakal Berkuda di Hambalang Pekan Depan

Chairul menyatakan dukungan ini menunjukkan kecenderungan kepercayaan publik semakin membesar kepada Prabowo untuk menjadi presiden pasca Jokowi lengser.

Sementara Ganjar dan Anies masih stagnan di bawah angka 20% karena ketiadaan kepastian dukungan dari Parpol dan mungkin seiring naiknya kepercayaan diri Parpol untuk mengusung kadernya sendiri.

Chairil menyatakan alasan terbesar publik memilih Prabowo, karena Prabowo dianggap memiliki kemampuan atau kapabilitasnya memecahkan masalah-masalah yang tengah dihadapi Indonesia.

Baca juga: Selain Ganjar, Anies dan Erick Thohir, Nama Prabowo Disebut Muncul Jadi Kandidat Bakal Capres PAN

Di antaranya masalah keamanan nasional dan tentu krisis pangan yang tengah mengintai dunia, program kerjanya yang secara terbatas telah diperlihatkan di Kemhan RI.

Menurut Chairil, publik juga melihat latar militer Prabowo yang tegas dan punya nasionalisme tinggi.

Publik juga menilai loyalitas terhadap Presiden selama menjadi Menhan RI.

Selain itu, Prabowo juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, sehingga lebih pasti.

"Ada jawaban, 1,6% karena Prabowo Ketua Umum Parpol. Publik membutuhkan kepastian siapa Capresnya. Prabowo Ketum Parpol yang pasti karena dia sudah didukung jaringan Gerindra. Capres definitif dari Gerindra," ujar Chairil.

Baca juga: Menhan Prabowo dan Dubes Australia Bahas Kemajuan Kerja Sama Pertahanan

Chairil membeberkan bahwa ada angka yang menunjukkan bahwa publik menyadari kebersamaan Prabowo dengan Presiden Jokowi.

Selain itu, ada publik yang menilai Prabowo tidak berambisi jadi Capres dan fokus menjadi pembantu Presiden sebagai Menhan.

Jawaban Prabowo ketika ditanya Jokowi soal Pencapresan di 2024 menarik perhatian publik, yang menjadi salah satu penyebab elektabilitasnya naik.

"Saat ditanya Jokowi, apakah ingin mencalonkan presiden? Jawaban Prabowo tergantung ijin Bapak Presiden. Kira-kira seperti itu," ujarnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved