Polisi Tembak Polisi

Komnas HAM Temukan Dugaan Pelecehan Seksual Putri, Susno Duadji: Tak Ngerti Hukum, Rekomendasi Sesat

Susno Duaji mengkritik keras soal rekomendasi Komnas HAM terkait dugaan pelecehan seksual pada Putri. Ia menilai Komnas HAM tak mengerti hukum.

Editor: Miftah
Akun Tiktok @revalalip
Kolase Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. Susno Duaji mengkritik keras soal rekomendasi Komnas HAM terkait dugaan pelecehan seksual pada Putri. Ia menilai Komnas HAM tak mengerti hukum. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kabareskrim, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menilai temuan Komnas HAM yaitu adanya dugaan kuat pelecehan seksual dialami oleh Putri Candrawathi adalah bentuk ketidaktahuan hukum.

Bahkan, kata Susno Duadji, temuan Komnas HAM yang direkomendasikan kepada Polri ini adalah rekomendasi sesat.

"Penyidik lebih pintar daripada Komnas HAM. Jadi ini dia (Komnas HAM) termasuk nggak ngerti hukum. Jadi rekomendasi ini termasuk sesat," katanya dalam Apa Kabar Indonesia Malam di YouTube tvOne, Kamis (1/9/2022).

Susno pun menganggap jika rekomendasi Komnas HAM ditindaklanjuti oleh Polri maka dinilai hanya membuang waktu saja.

"Apapun rekomendasi Komnas HAM, pasal 340 (KUHP) dan pasal 338 sudah tidak bergeser. Apalagi sudah direkonstruksi."

"Ditindaklanjuti ngapain juga ngabis-ngabisin waktu," jelasnya.

Baca juga: Hari Ini Polisi Gelar Sidang Kode Etik Kompol Baiquni soal Obstruction Of Justice Kasus Brigadir J

Susno mempertanyakan terkait bukti Brigadir J terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Bukan tanpa alasan, dirinya mengungkapkan sistem hukum pidana di Indonesia untuk penentuan tersangka adalah pembuktian keterlibatan yang bersangkutan menurut alat bukti yang ditemukan.

"Kalau (Brigadir J) nggak terlibat, nggak ada bukti-buktinya sesuai dengan alat bukti pasal 184 KUHAP, ya sudah nggak usah dibuktikan tidak terlibat," katanya.

Lebih lanjut, Susno pun menganggap rekomendasi Komnas HAM ini dibentuk berdasarkan keterangan saksi.

Sehingga menurutnya tidak cukup untuk menjadikan Polri menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM tersebut.

"Komnas HAM hanya mengutip saksi. Saksi yang jumlahnya berapa mau seribu atau sejuta, nggak ada gunanya. Sama saja bohong," katanya.

Lalu, Susno menganggap rekomendasi Komnas HAM yang disimpulkan dari keterangan saksi adalah cara yang salah terkait kasus dugaan pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi.

"Kalau itu (keterangan saksi) yang dimasukkan yang memperkuat dugaan (pelecehan seksual) Komnas HAM, itu namanya ngawur," ujarnya.

Kolase foto Putri Candrawathi dan Brigadir Yosua atau Brigadir J.
Kolase foto Putri Candrawathi dan Brigadir Yosua atau Brigadir J. (Tribunnews.com)

Baca juga: Belum Terima Memori Banding Pemecatan Ferdy Sambo, Polri Siapkan Sidang Dengan Dipimpin Bintang 3

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved