Kasus Lukas Enembe
MAKI Sebutkan Tempat yang Dikunjungi Lukas Enembe untuk Main Kasino, Singapura hingga Manila
MAKI sebutkan deretan tempat mewah yang kerap dikunjungi LUkas Enembe untuk main kasino, Singapura hingga Manila
Penulis:
Siti Nurjannah Wulandari
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Boyamin Saiman, Koodinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) menyebutkan deretan tempat mewah yang kerap dikunjungi Gubernur Papua Lukas Enembe untuk bermain kasino.
Diketahui, pengacara Lukas Enembe tak membantah kliennya bermain kasino di Singapura.
"Pak Lukas itu kasino itu kan, dia pergi berlibur dan memang apa, main, tapi bukan jumlah sefantastis sekian miliar," ucap Aloysius kepada awak media di Jakarta, Rabu (21/9/2022) Dikutip dari Tribunnews.com.
Untuk itu, Boyamin Saiman kini membongkar deretan foto dan tempat mewah yang kerap dikunjungi Lukas Enembe.
Awalnya, Boyamin mengaku memiliki bukti video perjalanan Lukas Enembe dari April hingga September.
Hal ini tentu menjadikan bahan, agar Lukas Enembe tak banyak alasan untuk diperiksa di KPK.
Baca juga: Gubernur Lukas Enembe Bermain Judi di Kasino, Pengacara: Semua Pejabat Kita Sering Main di Sana
"Dan saya punya video Pak Lukas Enembe itu bisa berjalan sehat dibantu (jalan) ke bandara ya bulan Agustus ini ajalah, kalau perlu nanti saya kirimkan ke tim Kompas, tadi yang saya kirim ada beberapa foto dan sebenarnya saya punya beberapa video juga bisa berjalan," ujar Boyamin Saiman dikutip dari siaran langsung Kompas Tv, Jumat (23/9/2022).
"Kalo dari rangkaian perjalanan, saya punya dari April sampai September bahkan. Bisa bepergian, walaupun ada juga yang kemudian kalo di luar bandara pakai kursi roda, artinya pakai kursi roda kan juga bisa dalam arti mampu bepergian dengan pesawat terbang," lanjutnya.
Boyamin mengaku telah mendapatkan bukti foto dan bideo tersebut dari orang dalam atau orang terdekat Lukas Enembe.

Baca juga: Pernyataan Terbaru Pengacara Lukas Enembe, Benarkan Gubernur Papua Main Kasino di Singapura
Boyamin Saiman juga lantang menyebutkan deretan tempat mewah yang kerap disambangi Gubernur Papua untuk bermain kasino.
"Tempat-tempatnya saya tahu, saya bacakan deh, kalo di Filipina itu Solaire Resort & Casino Entertainment City terus kalo Malaysia Genting Highlands, kalo di Singapura di hotel Cove Sentosa. Biasanya rutenya dari Indonesia ke Singapura, ke Malaysia pakai jalan darat pulang lagi ke Singapura lalu ke Manila terus pulang lagi ke Singapura," jelas Boyamin.

Boyamin menjelaskan tempat-tempat yang dia sebutkan di atas adalah tempat Kasino.
Boyamin pun menyindir, agar Lukas Enembe membuka kasino di Papua saja.
"Agak miris misalnya, kenapa kasinonya tidak dibuat di Papua saja biar dia gak bolak-balik luar negeri, malah menguntungkan saham luar negeri," lanjut Boyamin.
Boyamin mendesak Lukas Enembe mendatangi gedung KPK pada tanggal 26 September jika tak ingin dijemput paksa.
"Kalo sampai sore tidak ada yang datang ya malemnya harus dijemput paksa," lanjut Boyamin.
Sebelumnya, Boyamin meminta KPK untuk mengirim dokter independen agar mengetahui kebenaran kondisi Lukas Enembe.
Boyamin berharap, kejadian Hasnaeni tak terulang, tersangka mengaku sakit namun nyatanya sehat.
"Pertama, sakit kan harus ada medical record-nya dari dokter yang jelas bukan syarat keterangan saksi seperti kita sekolah, dan yang namanya sakit ya opname bukan di rumah. Kedua, ya KPK saya minta untuk mengirimkan dokter independen apakah benar-benar sakit atau tidak dan itu harus diuji dulu sakitnya itu."
"Dan inilah yang menurut saya kayak kemarin di Kejaksaan Agung Hasnaeni yang katanya sakit ternyata dibawa ke dokter Independen nyatanya sehat dibawa dan akhirnya ada drama sedikit bagaimana membawa yang bersangkutan dibawa dari gedung Kejaksaan Agung ke Rutan di belakang itu sampai dibopong sampai diangkat," jelas Boyamin.
Baca juga: Lukas Enembe Jadi Tersangka di KPK, Wapres Maruf Amin: Semua Orang Harus Patuh Hukum
Kembali Diperiksa Senin Depan
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyebut pihaknya akan kembali mengirim surat panggilan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe.
Pada surat panggilan itu, Ali mengatakan Lukas Enembe akan dipanggil ke Jakarta untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.
"Iya informasi yang kami peroleh, benar surat panggilan sebagai tersangka sudah dikirimkan tim penyidik KPK," tuturnya dikutip dari Tribunnews.com.
Ali mengungkapkan pemeriksaan diagendakan pada Senin (26/9/2022).
Pemanggilan Senin besok ini merupakan panggilan kedua kepada Lukas Enembe.
Sementara pemanggilan pertama dilakukan pada 12 September 2022 tetapi Lukas Enembe justru mangkir dan tidak mendatangi Mako Brimob Polda Papua.
Terkait pemanggilan kedua ini, KPK mengultimatum Lukas Enembe bersikap kooperatif.
Lukas Enembe diberikan kesempatan untuk menjelaskan langsung di hadapan tim penyidik.
"Kami juga ingin tegaskan, proses penyidikan yang KPK lakukan ini telah sesuai prosedur dan ketentuan hukum, sehingga hak-hak tersangka pun kami pastikan diperhatikan sebagaimana koridor hukum berlaku," kata Ali. (*)
(Tribunnews.com/ Siti N/ Kompas Tv)
Artikel lain terkait Kasus Lukas Enembe