Rabu, 6 Mei 2026

Data Negara Bocor

Kembali Berulah, Bjorka Sebarkan Data Pribadi yang Diklaim Milik Kepala BSSN

Akun Bjorka aktif kembali dan berulah dengan menyebar data yang diklaim milik Kepala BSSN, Hinsa Siburian.

Tayang:
Twitter @bjorkanism
Hacker Bjorka. Akun Bjorka aktif kembali dan berulah dengan menyebar data yang diklaim milik Kepala BSSN, Hinsa Siburian. 

TRIBUNNEWS.COM - Akun hacker bernama Bjorka kembali berulah pada Kamis (29/9/2022).

Pada postingan terbarunya di akun breach.to, ia menyebarkan data berupa identitas diri yang diklaim milik Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian.

Dalam data yang diduga identitas Hinsa ini, Bjorka mencantumkan dua kendaraan yang dimiliki yaitu Kawasaki LX2505 tahun 2016 dan Toyota Camry buatan tahun 2014.

Kemudian ketika dibandingkan dengan LKHPN yang dilaporkan di situs elhkpn.kpk.go.id pada 31 Desember 2021, Hinsa memiliki dua alat transportasi tetapi keduanya adalah kendaraan roda empat yaitu Toyota Alphard tahun 2017 seharga Rp 750 juta dan Suzuki Ignis Tahun 2017 dengan harga Rp 110 juta.

Kedua kendaraan tersebut diperolehnya dari hasil sendiri.

Selain data tersebut, Bjorka juga membeberkan identitas lain seperti nomor telepon, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), dan alamat rumah dari Hinsa.

Bahkan terdapat pula identitasi vaksin Covid-19 yang telah diterima oleh Hinsa yaitu sebanyak dua kali yaitu pada 2 Februari 2021 untuk vaksinasi pertama dan 2 Maret 2021 untuk vaksinasi kedua.

Baca juga: Pembubaran Lemsaneg Disebut Kesalahan Fatal Setelah Bjorka Bobol Data Pejabat hingga Kementerian 

Pada data yang disebar oleh Bjorka itu, Hinsa terlihat belum menerima vaksinasi ketiga atau booster.

Selain menyebar data pribadi Hinsa, Bjorka juga menyinggung kenaikan anggaran bagi BSSN menjadi Rp 624 miliar.

“let’s ask this old man what the money will be used for,” tulis Bjorka dalam thread yang ditulis.

(Mari kita tanya orang tua ini uangnya akan dipakai apa).

Bjorka Sebarkan data yang diklaim milik Kepala BSSN
Bjorka sebarkan data yang diklaim milik Kepala BSSN, Hinsa Siburian di forum gelap, breached.to pada Kamis (29/9/2022).

Dikutip dari dpr.go.id, rincian anggaran tersebut digunakan untuk program dukungan manajemen BSSN sebesar Rp 407,1 miliar dan program keamanan dan ketahanan BSSN sebesar Rp 217,2 miliar.

Sebelumnya, Bjorka begitu menggemparkan publik setelah membocorkan data yang diklaim milik pemerintah Indonesia seperti data pemilih seperti milik lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Presiden.

Baca juga: Sikapi Peretasan Data oleh Bjorka, Eks Kepala BAIS TNI: Bubarkan BSSN Kembalikan ke Lemsaneg

Pada data milik KPU itu, tertulis jumlah data pemilih yang dibobol oleh Bjorka sejumlah lebih dari 105 juta orang dengan ukuran file sebesar 4 GB (compressed) dan 20 GB (uncompressed).

Bjorka menyebut data yang dibobol berupa NIK, KK, nama lengkap, hingga umur.

Sementara data milik Presiden yang diklaim dibobol olehnya berupa dokumen berisi surat transaksi dan surat yang dikirimkan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 2019-2021.

Pada kolom sample tertulis beberapa dokumen yang dimaksud seperti "Surat rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup", "Surat rahasia kepada Mensesneg dalam amplop tertutup, "Gladi Bersih dan Pelaksanaan Upacara Bendera pada Peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2019, hingga "Penunjukan Plh. Deputi Hukum dan PUU tanggal 2 s.d. 9 Agustus 2019 a.n. Hayu Sihwati S.H M.H.

Tangkapan layar dari situs Breached.to yang diduga berisi dokumen surat menyurat Presiden Joko Widodo. Salah satu dokumen yang diunggah oleh akun Bjorka itu diduga berasal dari BIN.
Tangkapan layar dari situs Breached.to yang diduga berisi dokumen surat menyurat Presiden Joko Widodo. Salah satu dokumen yang diunggah oleh akun Bjorka itu diduga berasal dari BIN. (Tangkapan layar dari Breached.to)

Sementara untuk total dokumen yang dibocorkan oleh Bjorka itu diklaim berjumlah 679.180.

Selain itu, Bjorka juga menyebarkan data pribadi milik pejabat publik seperti Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Penetapan Tersangka pada Pemuda Madiun Dinilai Tergesa-gesa, Persulit Pencarian Hacker Bjorka Asli

Bjorka juga sempat menegur Menteri BUMN Erick Tohir dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Bahkan, Bjorka juga sempat menyinggung kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir dengan mengklaim pelakunya adalah Muchdi Purwoprandjono yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.

Namun setelah ada penangkapan yang dilakukan kepada pemuda asal Madiun berinisial MAH pada 18 September 2022 lalu, akun Bjorka di breach.to, Twitter, dan Telegram sempat tidak aktif selama beberapa waktu.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved