Polisi Tembak Polisi

Bharada E Berdoa Sebelum Tembak Brigadir J, sang Ayah Sebut Anaknya Terbiasa Berdoa Sejak Kecil

Ayah Bharada E, Sunandag Junus Lumiu bicara soal Bharada E yang berdoa di toilet, berharap Ferdy Sambo tak jadi perintahkan untuk tembak Brigadir J.

WARTA KOTA/YULIANTO
Terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menghadiri sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (7/11/2022). | Ayah Bharada E, Sunandag Junus Lumiu bicara soal Bharada E yang berdoa di toilet, berharap Ferdy Sambo tak jadi perintahkan untuk tembak Brigadir J. (JPU). WARTA KOTA/YULIANTO 

TRIBUNNEWS.COM - Ayah Bharada E, Sunandag Junus Lumiu memberikan tanggapannya terkait sang anak, Bharada Richard Eliezer yang menyempatkan diri untuk berdoa sebelum menembak Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Perlu diketahui pada saat kejadian, Bharada E mengaku berdoa di toilet sebelum ia melaksanakan perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Saat itu, Bharada E berdoa agar Ferdy Sambo mengurungkan niatnya untuk melakukan pembunukan kepada Brigadir J.

Menanggapi hal tersebut, Sunandag mengatakan Bharada E berdoa memang sudah menjadi kebiasaan anaknya sejak kecil.

Sejak dulu sewaktu masih sekolah, Bharada E selalu berdoa di balik pintu sebelum bersekolah.

Sehingga hingga kini kebiasaan berdoa tersebut masih sering dilakukan Bharada E sebelum memulai suatu kegiatan.

Baca juga: Ayah Bharada E: Ferdy Sambo Jantahlah, Harus Bertanggungjawab

"Karena Ichad (Bharada E) sudah kebiasaan dari kecil, jadi dari kecil itu sudah kebiasaan untuk berdoa. Jadi sebelum sekolah dia harus berdoa dulu di balik pintu. Jadi sudah jadi kebiasaan."

"Dalam setiap dia membuat suatu kegiatan, atau macam tes-tes semua ini, dia tetap selalu berdoa dulu, baru dia melaksanakan. Itu sudah jadi kebiasaannya," kata Sunandag dalam video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (2/12/2022).

Sementara itu, sang ibu Rynecke Alma Pudihang mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana posisi dan kondisi Bharada E saat kejadian.

Rynecke menuturkan, mungkin saja pada saat itu Bharada E berpikir untuk tidak melakukan penembakan kepada Brigadir J.

Orang Tua Bharada E buka suara, mereka sempat tak percaya Bharada E dengan skenario tembak menembak Ferdy Sambo.
Orang Tua Bharada E buka suara, mereka sempat tak percaya Bharada E dengan skenario tembak menembak Ferdy Sambo. ((Tangkap layar YouTube Kompas TV Pontianak))

Baca juga: LPSK Pastikan Bharada E Berkata Jujur soal Wanita Menangis di Rumah Ferdy Sambo

Namun Bharada E takut untuk membantah perintah Ferdy Sambo tersebut.

"Saya enggak bisa membayangkan posisi dia saat itu, apa yang dia pikirkan. Mungkin saat itu dia berpikir untuk tidak melakukan, tapi dia takut dibawah perintah."

"Saya juga enggak bisa bayangkan, kalau itu di posisi itu, apa yang harus saya lakukan," ungkap Rynecke.

Baca juga: Pengakuan Bharada E soal Perempuan Menangis Keluar dari Rumah Ferdy Sambo Disebut Hanya Karangan

Bharada E Sempat Berdoa di Toilet Agar Pikiran Ferdy Sambo Berubah

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved