Jumat, 29 Agustus 2025

Transaksi Keuangan Mencurigakan

Tanggapi Ancaman Arteria Dahlan, Mafud MD Singgung Kepala BIN Tiap Minggu Laporan Resmi Padanya

Mahfud MD menanggapi respons dari Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang mengingatkan mengenai ancaman penjara untuk kasus pencucian uang.

Penulis: Rifqah
Editor: Daryono
Youtube Channel Kompas.TV
Arteria Dahlan jawab sentilan Mahfud MD soal DPR RI diam saja dalam pengawalan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Senin (22/8/2022) - Mahfud MD menanggapi respons dari Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang mengingatkan mengenai ancaman penjara untuk kasus pencucian uang. 

"Karena kan isunya sudah macam-macam, DPR tidak mau mengusut tuntas, DPR justru membrangus orang yang mengusut dugaan tindak pidana kroupsi, DPR pro koruptor, bukan itu, DPR kan memposisikan dirinya untuk menjadi pihak yang disiplin terhadap tupoksi," ujar Arteria.

"Kita minta klarifikasi di mana transaksi Rp 349 T itu di Kementerian Keuangan, itu poinnya," imbuhnya.

Sebut Momen Mahfud MD Ungkap Transaksi Mencurigakan Kurang Tepat

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana usai rapat di kantor Kemenko Polhukam RI Jakarta Pusat pada Senin (20/3/2023) -
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana usai rapat di kantor Kemenko Polhukam RI Jakarta Pusat pada Senin (20/3/2023) - Mahfud MD menanggapi respons dari Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang mengingatkan mengenai ancaman penjara untuk kasus pencucian uang. (Tribunnews.com/Gita)

Arteria Dahlan pun turut menyakini bahwa niat Mafud MD adalah baik ingin mengungkap hal tersebut.

Namun, menurutnya, momentumnya kurang tepat karena hal itu masih laporan hasil analisis, belum tentu ada perbuatan pidana hingga ada yang dijadikan tersangka.

"Saya yakin prof (Mahfud MD) punya niat baik, tapi izinkan saya untuk mengatakan juga tidak tepat momen pengungkapannya, sekalipun beliau kepala atau ketua komite."

"Itu kan masih laporan hasil analisis, laporan hasil penyelidikan yang belum tentu saja itu ada perbuatan melawan hukum, belum tentu saja ada perbuatan pidana, belum tentu saja ada yang dijadikan tersangka atau calon terdakwanya," ucap Arteria.

Arteria Dahlan pun menyayangkan hal itu karena menyebabkan keadaan menjadi gaduh seperti sekarang.

"Kalau sudah diungkap seperti itu kan akan gaduh ya, seperti sekarang ini jadinya, jadi gaduh," tuturnya.

(Tribunnews.com/Rifqah) (Wartakotalive.com/Joanita Ary)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan