Rabu, 8 April 2026

Tahun 2023 Pemerintah Rekrut 572.496 ASN, Ini Formasinya

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengapresiasi seluruh instansi yang menyampaikan usulan formasi dan diharapkan proses seleksi berjalan lancar

Tribunnews/Ibel
MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas saat ditemui awak media di Taman Ismail Marzuki, Rabu (19/7/2023) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi menetapkan 572.496 formasi aparatur sipil negara (ASN) 2023 untuk 72 instansi.

Dengan rincian, sebanyak 78.862 ASN untuk pemerintah pusat dan 493.634 ASN untuk pemerintah daerah sedangkan pemerintah pusat  sebanyak 28.903 untuk CPNS serta 49.959 PPPK. 

Sementara pemerintah daerah dialokasikan khusus sebanyak 296.084 PPPK Guru, 154.724 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 42.826 PPPK Teknis. 

Proses seleksi sendiri akan dimulai pada September 2023.

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengapresiasi seluruh instansi yang menyampaikan usulan formasi dan diharapkan agar semua proses seleksi berjalan lancar. 

"Kami menjamin semuanya fair, tidak bisa titip-menitip. Kita berharap ASN bisa melahirkan kinerja berdampak yang dapat dirasakan masyarakat, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” jelas Anas Kamis (3/8/2023).

Baca juga: Resmi Jabat MenPAN RB, Abdullah Azwar Anas Ungkap Tiga Prioritas Rencana Kerja

Rapat Koordinasi Pengadaan ASN 2023 dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Joko Widodo; dan dihadiri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, serta Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Ada sejumlah arah kebijakan rekrutmen ASN 2023. 

Pertama, fokus pada pelayanan dasar dengan guru dan tenaga kesehatan menjadi formasi yang paling banyak disediakan. 

“Hampir 80 persen formasi 2023 untuk guru dan tenaga kesehatan,” ujar Anas.

Arah kebijakan kedua adalah memberi kesempatan rekrutmen untuk talenta digital dan data scientist. 

Ketiga, mengurangi rekrutmen pada formasi yang akan terdampak transformasi digital.

Anas menambahkan, rekrutmen ASN juga dimaksudkan sebagai upaya untuk seoptimal mungkin menyelesaikan penataan tenaga non-ASN atau yang biasa disebut tenaga honorer. 

Diketahui, jumlah tenaga non-ASN sebanyak 2,3 juta, dan saat ini dalam proses diaudit BPKP bersama BKN. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved