Harun Masiku Buron KPK
ICW Duga Ada Elite Parpol yang Dilindungi di Balik Tak Kunjung Ditangkapnya Harun Masiku
ICW duga ada elite partai politik yang dilindungi dibalik tak kunjung ditangkapnya eks politisi PDIP Harun Masiku.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (Kadivhubinter), Irjen Krishna Murti, menyebut Harun Masiku berada di Indonesia.
Eks politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu merupakan salah satu tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap yang berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Harun Masiku sudah menjadi buron sejak 2020 atau tiga tahun lamanya.
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, menilai KPK tidak serius mencari Harun Masiku.
Menurut Kurnia, pernyataan terkait keberadaan Harun Masiku yang disampaikan Irjen Khrisna justru menunjukkan kinerja KPK yang bobrok.
ICW memandang, penanganan KPK terhadap dugaan suap Harun Masiku ini sudah terlalu berlarut-larut.
Baca juga: Polri Klaim Harun Masiku di Indonesia Sempat Dikabarkan Sembunyi di Kamboja dan Malaysia Jadi Marbot
"Ketidakseriusan dan ketidakmauan KPK dalam bekerja menemukan, meringkus dan memproses hukum Harun Masiku."
"Perkara ini sudah terlalu lama, sudah sejak awal 2020 lalu, berarti sudah tiga tahun KPK tak bisa menemukan dan meringkus yang bersangkutan," ujarnya, dikutip dari youTube KompasTV, Selasa (8/8/2023).
Kurnia Ramadhana menduga, ada alasan besar mengapa KPK seolah tak tegas memproses Harun Masiku.
Menurut Kurnia, di balik tak ditangkapnya Harun Masiku, KPK ingin melindungi seseorang di partai politik agar tidak menjalani proses hukum.
Jika Harun diciduk, kata Kurnia, maka kasus itu akan menyeret politikus papan atas yang tak disebutkan namanya itu.
"Dugaan kami, KPK ingin melindungi elite partai tersebut,” tutur Kurnia.
Sebelumnya, keberadaan Harun Masiku yang disebut-sebut berada di Indonesia itu diungkap Irjen Krishna Murti.
"Ada data perlintasannya yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan ada di dalam negeri. Jadi rumor-rumor yang beredar seperti itu, ya kami sampaikan," kata Krishna, Senin (7/8/2023).
Meski demikian, Irjen Krishna mengaku lupa tanggal data perlintasan dimaksud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/harun-masiku-kolase-kolase.jpg)