Kabinet Prabowo Gibran
Prediksi Langkah Prabowo usai Dilantik Jadi Presiden, Tinggalkan Jokowi atau Dekati PDIP?
Begini prediksi pengamat terkait langkah politik Prabowo pasca dilantik menjadi presiden. Apakah akan tinggalkan Jokowi atau dekati PDIP?
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Nuryanti
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai Prabowo bakal tetap loyal dan tidak bakal meninggalkan Jokowi usai dilantik menjadi Presiden.
Ujang menganggap hal tersebut lantaran latar belakang militer yang dimiliki Prabowo serta masih adanya kesamaan kepentingan dengan Jokowi menjadi alasan utama.
"Ya kalau saya sih melihat, Pak Prabowo loyal ya, tentara itu kan lebih loyal. Jadi akan loyal kepada Jokowi. Katakanlah pihak atau presiden yang telah memenangkan Prabowo-Gibran, seperti itu."
"Saya juga melihatnya karena frekuensi dan kepentingannya sama, jadi Prabowo akan menjaga Jokowi juga karena telah berjasa dalam pemenangan Prabowo," katanya kepada Tribunnews.com, Rabu (1/5/2024).
Lalu, ketika ditanya pembuktian loyalitas, Ujang menilai kemungkinan Prabowo akan memberi jabatan strategis seperti Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) kepada Jokowi.
Dia menganggap langkah politik semacam itu juga pernah dilakukan Jokowi saat memberikan jabatan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Jadi Wantimpres cukup layak (bagi Jokowi). Saya rasa itu hal yang bagus. Seperti dulu Megawati jadi Ketua BPIP atau yang lainnya yang dianggap layak oleh Prabowo," tutur Ujang.
Prabowo Diprediksi Tinggalkan Jokowi usai Dilantik, Dianggap Sudah Bukan Sosok Penting

Beda dengan Ujang, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai Prabowo bakal meninggalkan Jokowi dan memilih PDIP.
Namun, Adi memprediksi langkah Prabowo itu akan dilakukan setelah dilantik menjadi Presiden pada 20 Oktober 2024 mendatang.
"Rasa-rasanya setelah 20 Oktober, Prabowo ini akan jauh memprioritaskan PDIP ketimbang Jokowi yang sudah tak lagi jadi presiden," tuturnya dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com yang dikutip pada Rabu (1/5/2024).
"Tapi per hari ini, saya memabca Prabowo masih cukup menghargai dan menjadikan Jokowi sebagai variabel penting karena sampai tanggal 20 saya kira Jokowi masih jadi presiden," sambung Adi.
Dia menganggap ketika Jokowi bukan lagi menjadi sosok penting Prabowo, maka PDIP bakal berpotensi bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
Adi menilai langkah Prabowo yang semacam ini demi menggaet dukungan di parlemen terhadap pemerintah agar semakin besar.
Dari langkah itu, dia mengatakan publik bisa menilai apakah Jokowi masih dianggap sosok penting atau tidak oleh Prabowo.
"Karena kalau mau jujur, Prabowo ini pasti akan bicara ke depan, bagaimana mendapatkan dukungan berlimpah, dukungan politik, dukungan partai solid, sehingga semua keputusan politik bisa berjalan dengan baik," ujar Adi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.