Sabtu, 30 Agustus 2025

Kecelakaan Maut di Subang

Kesaksian Siswi SMK Lingga Kencana yang Beda Bus Soal Kecelakaan di Subang, Ada Telepon Minta Tolong

Shela (17) menjadi satu siswa SMK Lingga Kencana mengungkap bila dirinya sempat menerima telepon dari temannya yang mengalami kecekaan maut di subang.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Shela (paling kiri), Siswi SMK Lingga Kencana Depok, menjadi salah satu peserta didik yang turut dalam acara perpisahan sekolah, namun Shela beda bus dengan rombongan yang mengalami kejadian nahas di Ciater, Subang, Jawa Barat, Minggu (12/5/2024) 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Shela (17) menjadi satu siswa SMK Lingga Kencana mengungkap bila dirinya sempat menerima telepon dari temannya yang mengalami kecekaan maut di Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024).

Shela saat itu ikut rombongan acara perpisahan siswa SMK Lingga Kencana ke Bandung, Jawa Barat.

Saat itu, siswa-siswi SMK Lingga Kencana diantar 3 bus dan Shela menumpang di bus 2.

Bus yang mengalami kecalakaan maut di Subang adalah bus 1.

Shela mengaku, kalau bus yang ditumpanginya bersama rombongan bus 3 berangkat terlebih dahulu dan menunggu rombongan bus 1 yang berangkat belakangan di pusat oleh-oleh di Subang.

Kata dia, di saat dirinya sedang menunggu, ada telepon masuk ke ponselnya.

Baca juga: Kedatangan Jenazah Siswa SMK Lingga Kencana Korban Kecelakaan Maut Subang Disambut Tangis Ibunda

"10 menitan deh kayanya iya gak lama langsung ada telepon," kata Shela saat melayat ke kediaman Dimas, seorang siswa yang tewas dalam kejadian nahas tersebut, Minggu (12/5/2024).

Shela menyatakan yang menelepon itu merupakan seorang temannya di bus 1 yang mengalami musibah.

Namun, temannya yang menelepon tersebut tidak berbicara banyak, hanya meminta tolong dan mengirim lokasi terkini.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Bus Putera Fajar yang Bawa Rombongan Siswa SMK Lingga Kencana di Subang

"Itu anak (siswa) dari bus itu dari bus 1 yang selamat, tapi teleponnya langsung dimatiin kaya minta tolong gitu dishareloc sama dia," kata dia.

Setelahnya, dia mendapat kabar duka bila beberapa temannya di SMK Lingga Kencana meninggal dunia dala kecelakaan maut tersebut.

Kata dia, setelah itu, seluruh penumpang bus yang berada bersamanya menangis dan kaget.

"Kaget, nangis di bus semuanya," kata dia.

Tak lama berselang, ada informasi dari seorang guru yang berada di bus 2 untuk semua siswa berdiam diri di pusat oleh-oleh tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan