Minggu, 31 Agustus 2025

Idul Adha 2024

Mahfud MD: Teladani Keluarga Nabi Ibrahim yang Memimpin Tak Menyalahgunakan Jabatan

Mahfud mengatakan, keteladanan yang diberikan Nabi Ibrahim dan keluarganya, dapat menjadi contoh dalam menjalani kehidupan bernegara.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Bobby Wiratama
Ho
Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Menko Polhukam RI Mahfud MD saat menjadi khotib Iduladha 1445 Hijriyah di Masjid Al Markaz Al Islami di Makassar Sulawesi Selatan pada Senin (17/6/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Mahfud MD mengingatkan agar Idul Adha tak hanya dimaknai sebagai ibadah mahdhah (ritual).

Hal ini disampaikan Mahfud ketika menjadi khatib shalat Idul Adha di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/06/2024).

Mahfud mengatakan, keteladanan yang diberikan Nabi Ibrahim dan keluarganya, termasuk Nabi Ismail dan Siti Hajar, dapat menjadi contoh dalam menjalani kehidupan bernegara.

Sebab, Mahfud menegaskan bahwa bernegara ibarat ikatan keluarga.

"Pelajaran utama dari peristiwa keluarga Ibrahim ini adalah ujian. Setiap manusia yang hidup akan mengalami berbagai ujian, berani mengorbankan jiwa dan raga, termasuk ujian mengorbankan keluarga demi ketaqwaan kepada Allah SWT," kata Mahfud.

Mantan Menko Polhukam ini menyebut, ujian bisa berupa kemiskinan, kekayaan dan kedudukan.

Kemudian, apakah dalam kemiskinan akan tetap bertaqwa dan tidak mau diimingi untuk melanggar ketaqwaan guna mengakhiri kemiskinan.

"Ujian, apakah saat kita kaya masih mau bertaqwa dengan tetap berakhlaqul karimah dan berlaku baik untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah. Ujian, apakah kita masih mau bertaqwa ketika mempunyai jabatan tinggi dengan berbuat adil, tidak korupsi dan tidak menyalahgunakan jabatan," ujar Mahfud.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 itu menerangkan, Alqur'an sendiri menyebut negara ibarat ikatan keluarga.

Karenanya, pernikahan dalam rangka membentuk keluarga atau rumah tangga adalah mistaqon ghalidza atau perjanjian suci.

Mahfud menjelaskan, dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia dalam bentuk NKRI, ulama-ulama kita menyebut NKRI sebagai darul mitsaq atau darul ahdi.

Baca juga: Gilang Pramana Juragan 99 dan Istri Lanjutkan Kebiasaan Kurban di Idul Adha

Artinya, NKRI merupakan negara bangsa sebagai ikatan atau perjanjian antar seluruh elemen bangsa.

Mahfud mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang begitu luas dengan memiliki penduduk 270 juta jiwa.

Karenanya, dia meminta semua pihak menjaga NKRI ibarat menjaga keluarga yang merupakan berkat dan rahmat Allah.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan