Luhut: Presiden Jokowi Selalu Ingatkan Saya untuk Terus Komunikasi dengan Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan pesan yang disampaikan Presiden Jokowi.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Pravitri Retno W
"Jadi saya bilang, 'Nanti kami siapin, Pak, ini semua, nanti dengan kami koordinasikan dengan timnya, Bapak', ya, biar semuanya bisa jalan," ujar Luhut.
Lebih lanjut, Luhut mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran lima tahun mendatang.
Ia menuturkan, pemerintah Prabowo-Gibran mungkin tidak sepenuhnya sempurna, sama seperti pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Tetapi saya optimis karena saya punya pembanding, waktu saya dulu Kepala Staf Presiden 2014, dengan sekarang ini saya melihat bahwa, I am very optimistic, bahwa the next administration itu akan bisa jalan lebih cepat, apalagi saya kira Pak Prabowo sangat cepat, saya kenal baik," ucap Luhut.
Kata Gibran soal Susunan Kabinet
Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, buka suara soal susunan kabinet pemerintahan mendatang.
Gibran menyebut susunan kabinet belum diputuskan lantaran pelantikan dirinya bersama Prabowo Subianto selaku presiden terpilih masih beberapa bulan mendatang.
"Ini bulan apa? Juli, Agustus, September, Oktober," ucap Gibran di kawasan Tangerang, Selasa (30/7/2024), dilansir YouTube Kompas TV.
Kendati demikian, ia menyatakan nama-nama calon menteri sudah mengecurut.
Putra sulung Presiden Jokowi ini lantas meminta untuk ditunggu saja soal keputusan ini.
"Ini semakin mengerucut ke beberapa nama-lah, ya, ditunggu aja," ucap Gibran.
Di sisi lain, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan jumlah kementerian pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih dihitung.
Dasco menyebut, nantinya jumlah kementerian Prabowo-Gibran akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Jumlah kementerian nanti, ucapnya, akan disesuaikan dengan janji kampanye Prabowo-Gibran.
"Kabinet sampai sekarang kita masih hitung sesuai dengan kebutuhan yang ada."
"Terutama bagaimana mengoptimalkan fungsi kementerian yang disesuaikan dengan janji kampanye Prabowo-Gibran sehingga dalam jumlah itu juga masih belum fix berapa," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/7/2024).
Ia menyatakan, salah satu yang akan menjadi pertimbangan dalam penambahan kementerian ialah ketersediaan anggaran hingga sarana pendukung lainnya.
"Nah, ini juga tergantung kan nanti ketersediaan anggaran, ketersediaan sarana pendukung seperti ASN, keuangan, dan gedung," ungkapnya.
(Tribunnews.com/Deni/Fersianus)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.