Mantan Anggota DPRD Indramayu Disekap dan Disiksa di Myanmar, Polri Janji Bebaskan Korban
Kadivhubinter Porli Irjen Krishna Murti berjanji akan membebaskan eks anggota DPRD Indramayu dan WNI lainnya yang disekap dan disiksa di Myanmar.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kadivhubinter Porli Irjen Krishna Murti berjanji akan membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disekap dan disiksa di Myanmar.
Hal itu terkait kasus viral mantan anggota DPRD Indramayu, Robiin yang mengaku disekap dan disiksa di tempatnya bekerja.
Menurutnya, pembebasan WNI merupakan kewajiban negara.
“Jangan mengatakan bahwa pemerintah, termasuk Kemenlu dan Polri tidak melakukan, kami sudah melakukan, sudah membebaskan banyak, terjadi lagi, terjadi lagi pada kesempatan ini kami ingin mengingatkan jangan pernah tertipu pada iming-iming seperti itu,” kata Krishna Murti di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024).
“Kami punya kewajiban untuk upaya pembebasan,” lanjut dia.
Jenderal polisi bintang dua ini mengatakan pada prinsipnya korban yang berkerja di Myanmar sebetulnya mereka tertipu penawaran kerja di luar negeri.
Baca juga: Mantan Politisi NasDem Indramayu Jadi Korban TPPO, Tak Tahan Disiksa di Perbatasan Myanmar-Thailand
Mereka dijanjikan bayaran hingga Rp 150 juta satu bulan, alih-alih mendapatkan pekerjaan, WNI yang termakan janji malah mengalami tindakan TPPO.
“Myanmar merupakan suatu negara yang pemerintahannya tidak stabil. Ada satu wilayah yang wilayahnya dikuasai oleh Junta pemerintah ada banyak wilayah juga yang tidak dikuasai oleh pemerintah, namun dikuasai pemberontak,” jelasnya.
Irjen Krishna Murti menyebut WNI yang berangkat ke sana mengambil risiko karena tergiur iming-iming gaji besar.
Dia menegaskan tidak mungkin ada pekerjaan yang benar-benar memberikan gaji besar tanpa skill tertentu.
Baca juga: Eks Anggota DPRD Indramayu Jadi Korban TPPO, Mengaku Kini Disekap di Perbatasan Thailand-Myanmar
“Karena sejak Covid-19 terjadi marak scamming online dan sebagainya di wilayah-wilayah, khususnya wilayah Myanmar, Laos, Kamboja dan target mereka adalah mencari pekerjaan dari satu negara, yang kemudian mereka menjadi operator untuk menipu warga negara Malaysia, warga negara Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, Mantan anggota DPRD Indramayu, Robiin mengaku disekap di perbatasan Thailand-Myanmar.
Kabar tersebut Robiin sampaikan secara diam-diam kepada rekan sesama mantan anggota DPRD di Indramayu.
Dalam pesan yang dikirimnya kepada Syaefudin, mantan Ketua DPRD Indramayu periode 2019-2024, Robiin mengaku disiksa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rjen-krishna-murti-menyebut-harun-masiku-berada-di-indonesia.jpg)