Sabtu, 30 Agustus 2025

Gus Miftah dan Kontroversinya

Direndahkan Gus Miftah, Yati Pesek Punya Gelar dari Keraton Surakarta dan Penghargaan dari Sultan

Sempat direndahkan Gus Miftah, ternyata seniman senior Yati Pesek punya gelar dari Keraton Surakarta, dia juga dapat penghargaan dari Sultan DIY.

Kolase Tribunnews/ Instagram
Gus Miftah dan Yati Pesek. Sempat direndahkan Gus Miftah, ternyata seniman senior Yati Pesek punya gelar dari Keraton Surakarta, dia juga dapat penghargaan dari Sultan DIY. 

Berdasarkan tesis milik Pujiyani yang disusun tahun 2015 berjudul Yati Pesek Seniman Serba Bisa dalam Seni Pertunjukan Populer, Yati adalah perempuan kelahiran 8 Agustus 1952.

Ayahnya seorang pengrawit dan ibunya seorang penari. Keduanya merupakan pemain wayang orang.

Pada tahun 1980, Yati Pesek direkrut oleh Handhung Kussudiharja masuk dalam Sandiwara Jenaka KR yang ditayangkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Yogyakarta setiap seminggu sekali selama sepuluh tahun. 

Sejak itulah nama Yati Pesek mulai dikenal masyarakat, di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Berikut inilah profil dari Yati Pesek, pesinden asal Yogyakarta yang sempat dihina dan direndahkan Gus Miftah dengan candaan kasar.
Berikut inilah profil dari Yati Pesek, pesinden asal Yogyakarta yang sempat dihina dan direndahkan Gus Miftah dengan candaan kasar. (Kolase Tribunnews)

 

Yati Pesek Punya Gelar dari Keraton Surakarta

Selanjutnya Yati Pesek semakin dikenal ketika tayang bersama Sumarwoto dan Daryadi dalam acara Trio Jenaka KR.

Yati Pesek memiliki pengaruh yang cukup signifikan di dunia pentas seni. 

Untuk itu, Keraton Surakarta memberikan Nawala Kekancingan atau Penghargaan Pangkat dan Nama kepada Yati.

Nawala Kekancingan itu diberikan pada 8 Juli 2009 dengan nomor 308/N/2009. Nama Yati menjadi Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Walitodiningrum.

Pada 17 Desember 2013, Yati Pesek juga menerima Anugerah Budaya dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ia menerima penghargaan di bidang seni kethoprak.

 

Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Miftah dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Pondok Pesantren Ora Aji, yang ia asuh di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/12/2024) siang.

Keputusan ini muncul di tengah ramainya polemik di media sosial terkait dirinya. Belakangan, sejumlah petisi daring di situs Change.org mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Gus Miftah dari jabatannya.

Baca juga: VIRAL Lagi! Gus Miftah Ejek Pria Pembawa Kopi, Usai Salaman Minta Dicarikan Pasir 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan