Pertemuan Prabowo dengan Megawati
Bantah Pertemuan Megawati dan Prabowo Akan Bahas Hasto, PDIP: Rencana Pertemuan Sudah Sejak lama
Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli, menegaskan dalam pertemuan Megawati dan Prabowo tak akan ada pembahasan soal kasus Hasto Kristiyanto.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli, menanggapi soal beredarnya isu yang menyebut kasus Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dibahas dalam pertemuan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui, Hasto Kristiyanto sebelumnya telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) serta perintangan penyidikan dalam kasus Harun Masiku.
Guntur tegas menyatakan pertemuan Megawati dan Prabowo tak ada hubungannya dengan kasus Hasto.
Sebab, rencana pertemuan tersebut sudah sejak lama, sebelum Prabowo dilantik menjadi Presiden RI.
Sementara, Hasto dijadikan tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan bernomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tanggal 23 Desember 2024.
Lebih lanjut, Guntur menuturkan, pertemuan antara Megawati dan Prabowo ini akan menjadi pertemuan strategis, terutama bagi kerjasama antara PDIP dan Gerindra.
Sejumlah kader PDIP terus melakukan komunikasi terkait rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo.
"Komunikasi terus dilakukan terkait rencana pertemuan, senior-senior dari PDI Perjuangan yang membuka komunikasi seperti Mbak Puan Maharani, Pak Olly Dondokambe, Mas Pramono Anung, dan Mas Ahmad Basarah," terang Guntur, Sabtu, dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, Hasto Kristiyanto menyebut pertemuan antara Megawati dan Prabowo ini akan dikomunikasikan dan diatur sendiri oleh keduanya.
"Tetapi nanti Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Presiden Prabowo yang akan langsung berkomunikasi berkaitan dengan hal tersebut," kata Hasto, Sabtu.
Baca juga: Megawati dan Prabowo Subianto akan Atur Sendiri Pertemuan, Disebut Bahas Hal Strategis
Lebih lanjut, Hasto menyebut, dalam pertemuan antara Megawati dan Prabowo ini, akan ada hal penting dan strategis yang mereka bahas.
Mengingat keduanya merupakan tokoh yang memiliki akar ideologis yang sangat kuat, serta sama-sama ingin mengabdi untuk bangsa dan negara.
"Karena jejak sejarah kedua pemimpin tersebut sangatlah kuat dan akar-akar ideologis, titik temu, di dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, itu semua akan menjadi hal-hal strategis yang akan dibahas oleh kedua pemimpin," terang Hasto.
Ketika ditanya soal kemungkinan PDIP masuk ke dalam pemerintahan Prabowo, Hasto hanya menyinggung pidato Megawati saat HUT ke-52 PDIP.
Di mana saat itu Megawati sempat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Prabowo.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.