Pagar Laut 30 Km di Tangerang
3 Lembaga Ini Siap Periksa Kades Kohod soal Kasus Pagar Laut di Tangerang
Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kejaksaan Agung dan Kemendagri siap memeriksa kepala Desa (Kades) Kohod, Arsin, dalam kasus pagar laut Tangerang
"Secara proaktif sesuai kewenangan, kami melakukan pengumpulan data dan keterangan, karena ini sifatnya penyelidikan, belum pro justicia."
"Jadi perlu kehati-hatian kami juga dalam menjalankan tugas ini," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, Kamis (30/1/2025).
Kemendagri
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pihaknya juga siap mendalami keterlibatan Kades Kohod.
Terutama dalam penerbitan SHGB di pagar laut ini.
Hal itu diungkapkan Bima Arya sesaat setelah menghadiri acara Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (30/1/2025).
"Ya, Kemendagri pasti akan mendalami dan menindaklanjuti itu apabila ada sumpah jabatan dilanggar," kata Bima Arya.
Bima Arya juga mempersilakan pihak terkait untuk memroses keterlibatan kades dalam kasus pemagaran laut di Tangerang ini.
Lantas siapa sebenarnya Kades Kohod ini?
Sosok Kades Kohod, Arsin
Arsin bin Sanip alias Arsin merupakan Kepala Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Melansir TribunJatim.com, ia diketahui sudah menjabat sebagai Kepala Desa Kohod sejak tahun 2021.
Meski belum terbukti kebenarannya, Arsin disebut-sebut adalah kades kaya raya.
Pasalnya, Arsin memiliki sejumlah barang mewah.
Di media sosial beredar informasi, Arsin memiliki banyak harta dan sejumlah mobil mewah seperti Fortuner dan Jeep Wrangler Rubicon.
Kabar ini di ungkap pemilik akun X (dulu Twitter), @bung_madin.
Akun tersebut juga menyebut bahwa Arsin sempat menggelar hajatan selama tiga hari, tiga malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Nusron-di-Desa-Kohod.jpg)