Misteri 3 Bulan Hilangnya Iptu Tomi Marbun di Papua, Keluarga Cium Banyak Kejanggalan
Sudah 3 bulan Iptu Tomi Marbun hilang di Papua, pencariannya dihentikan polisi setempat, keluarga cium banyak kejanggalan.
Penulis:
Theresia Felisiani
Namun, proses pencarian dihentikan sementara setelah 14 hari yang tercatat sejak tanggal 18 hingga 31 Desember 2024 karena tidak menemukan hasil atau tanda-tanda hanyutnya Iptu Tomi Marbun.
Sebelumnya adik dari Iptu Tomi Marbun, yakni advokat Monterry Marbun juga sudah lebih dulu menyambangi Mabes Polri dan melayangkan laporannya kepada divisi Propam Mabes Polri serta DPR RI Komisi III dan V.
Sosok Tomi Marbun
Sosok Tomi Samuel Marbun atau Tomi Marbun diungkap ibunya Elfrida Gultom.
Tomi Marbun yang saat ini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Papua Barat dilaporkan hilang setelah baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (18/12/2024).
Elfrida Gultom, ibunda Tomi Marbun mengaku pertama kali mendapat kabar putra keduanya hilang dari sang menantu (Istri Tomi), Riah Ukur Tarigan.
Ia menerima telepon dari menantunya pada Rabu (18/12/2024) sekira pukul 11.00 WIB bila Tomi hilang kontak.
Saat itu, Elfrida masih berpikir postif bila anaknya hilang karena telepon selulernya tak ada sinyal.
"Saya menyampaikan kepada parumaen mungkin nggak ada sinyal. Saya tanya itu berita dari mana? Katanya dari Kapolres," kata Elfrida di kediamannya Jalan Dalil Tani, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Sabtu (21/12/2024).
Kemudian sekira pukul 17.00 WIB, menantunya kembali menelepon Elfrida dan mengabarkan Tomi hilang karena tergelincir dari kapal.
"Saya bilang kok bisa tergelincir. Waktu itu saya minta kepada bapak yang terhormat Bapak Kapolres Teluk Bintuni tolong pencarian anak kami Tomi dapat dilanjutkan, dimaksimalkan lah Pak," ujarnya.
Baca juga: Ibu Iptu Tomi Marbun Minta Tolong ke Presiden, Harap Anaknya yang Hilang di Papua Segera Ditemukan
Elfrida mengatakan anaknya sudah memperjuangkan NKRI sejak penempatan pertama kali tahun 2017.
Ia pun berharap Presiden melalui Kapolri mengerahkan pasukan semaksimal mungkin untuk mencari putranya itu.
"Tolong bapak presiden yang terhormat, bapak kapolri tolong berikanlah perhatian kepada anak kami Tomi," katanya lagi.
Elfrida mengatakan Tomi Marbun merupakan anak yang sangat berbakti kepada orangtua.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.