Selasa, 12 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

Menjelang Arus Balik Lebaran, Waspadai Potensi Hujan Lebat Periode 4-10 April 2025

Menjelang periode arus balik Lebaran, BMKG catat potensi hujan lebat hingga angin kencang periode 4-10 April 2025, simak rinciannya berikut ini.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews.com/Reynas Abdila
HUJAN DI JAKARTA - Ruas Tol Sedyatmo KM 26+400 mengarah ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta) masih terdapat titik genangan air, Kamis (30/1/2025). Menjelang periode arus balik Lebaran, BMKG catat potensi hujan lebat hingga angin kencang periode 4-10 April 2025, simak rinciannya berikut ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama sepekan terakhir, tercatat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di Indonesia.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang, yang dapat mengganggu kenyamanan serta membahayakan keselamatan perjalanan, khususnya selama periode arus balik Lebaran ini.

Melansir laman resmi BMKG, gangguan MJO terprediksi aktif di Laut Andaman, Perairan utara Sabang, Aceh bagian utara, Kalimantan Selatan, Selat Makassar bagian selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, Teluk Bone, Laut Banda dan Laut Arafuru.

Kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama juga terpantau aktif di Laut Natuna Utara, Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian utara, Sulawesi Utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Maluku Utara dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.

Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung, di Perairan Barat Laut Aceh, di Laut Natuna, di Samudra Hindia Tenggara NTT, dan di Maluku Utara yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Sumatra bagian barat hingga selatan, Laut Natuna, Laut Halmahera hingga Sulawesi Utara, dan Maluku hingga Papua Barat Daya.

Daerah perlambatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang di Perairan Barat Daya Aceh, Selat Malaka, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat hingga Perairan Maluku, dan Kep. Papua.

Daerah konfluensi diprakirakan terbentuk di Laut Cina Selatan, dan Perairan Selatan Jawa.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Sementara itu, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Sumatra bagian utara hingga tengah, sebagian besar Jawa, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Pulau Sulawesi kecuali Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Berdasarkan pada kondisi atmosfer di atas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca signifikan ini dengan selalu memperbarui informasi cuaca dan memperbaiki kondisi lingkungan.

Prakiraan Cuaca Periode 4-10 April 2025

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Periode Arus Balik, Jumat 4 April 2025: 12 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Periode 4–6 April 2025

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Hujan Lebat : Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
  • Angin Kencang : Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara.

Periode 7–10 April 2025

Wilayah Indonesia masih didominasi berawan hingga hujan ringan.

Perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berada di wilayah berikut:

  • Hujan Lebat : Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua Tengah dan Papua Selatan.
  • Angin Kencang : Nusa Tenggara Timur.

Dalam rangka mendukung angkutan lebaran tahun 2025, BMKG telah menyediakan layanan informasi cuaca khusus untuk jalur mudik (Digital Weather for Traffic/DWT).

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi cuaca sepanjang perjalanan mulai dari lokasi awal hingga tujuan yang bisa disesuaikan dengan keinginan pengguna.

Layanan Digital Weather for Traffic telah tersedia di aplikasi mobile infobmkg atau dapat dengan mudah diakses melalui web https://signature.bmkg.go.id/dwt/.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved